4 Poin Yang Dapat Meruntuhkan Anggapan Bahwa Jenglot Adalah Mahkluk Hidup

4 Poin Yang Dapat Meruntuhkan Anggapan Bahwa Jenglot Adalah Mahkluk Hidup

4 Poin Yang Dapat Meruntuhkan Anggapan Bahwa Jenglot Adalah Mahkluk Hidup

4 Poin Yang Dapat Meruntuhkan Anggapan Bahwa Jenglot Adalah Mahkluk Hidup
4 Poin Yang Dapat Meruntuhkan Anggapan Bahwa Jenglot Adalah Mahkluk Hidup

Berikut ini beberapa poin yang dapat meruntuhkan anggapan bahwa jenglot adalah mahkluk hidup.

Poin Pertama : Jenglot mempunyai DNA manusia tetapi tidak memiliki tulang

Test rontgen dan tes DNA dari dokter Djaja Surya Atmaja, pakar DNA forensik UI memang menyatakan DNA itu adalah DNA manusia, bukan dari primata atau yang lainnya. Tentu saja hasil penelitian dari sang ahli dapat digolongkan sebagai bukti kuat.

Tetapi hasil rontgen ini juga tidak menunjukkan adanya tulang, jantung, paru paru atau bagian organ dalam manusia lainnya, tanpa organ organ ini jelas terlihat bahwa jenglot tidak sama dengan manusia. Lalu bagaimana caranya mendapatkan daging dan kulitnya, daging manusia tentu saja didapatkan dari manusia itu sendiri.

Pada kenyataan di jaman dahulu telah banyak penggunaan metode seperti ini dalam membuat mumi, salah satu contohnya dari mesir yang dikenal dengan sebutan “fake mummy”, bukti lain adalah bentuk jenglot yang tidak dapat sama dengan detail tubuh manusia, hanya menyerupai saja, dan ini terjadi pada semua jenglot. Mengapa? Karena sulit sekali membuat struktur tubuh manusia, seperti halnya menggambar, yang paling susah adalah menggambar manusia tentu saja, karena tidak ada rangka membuatnya susah untuk menjaga konsistensi bentuk, apalagi dalam jangka waktu yang lama.

Salah satu masalah lagi adanya klaim dari universitas sains malaysia kalau rambut dari jenglot itu tumbuh memanjang, itu sebenarnya adalah ilusi optik. Seperti pada orang yang meninggal, ia kehilangan air dan kelembaban yang pada akhirnya akan menjadi kering dan membuat kulit mengerut di sekitar kepala dan kuku, inilah yang membuat rambut dan kuku yang ditanamkan dapat mencuat keluar. Sebenarnya perawatan pada mayat adalah dengan menyiramnya dengan air sehingga kelembaban tetap terjaga.

Poin kedua : banyaknya bentuk bentuk jenglot

Tidak hanya berbentuk manusia, tetapi banyak juga jenglot yang bebentuk setengah ular, monster, ikan dll, tetapi tentu saja semuanya berukuran kecil. Kemungkinan ini adalah untuk variasi saja atau pembuat jenglot ini merasa kesusahan membuat bentuk mirip dengan manusia, jadi untuk menghindarinya cukup dengan mengganti bentuk bentuk yang gampang dibuat seperti diatas.

Poin ketiga : tidak ada bukti jenglot bergerak

Jenglot adalah boneka, bukan robot. Tanpa rangka tentu saja tak dapat bergerak. Hingga kini juga tak pernah ada video yang menunjukkan gerakan jenglot.

Poin keempat : pemilik tidak berani jenglotnya dibedah

Alasannya karena tidak mau ada hal hal yang tidak baik terjadi, tetapi saat penelitian dengan bermacam macam cara dan alat tidak ada sesuatu yang ganjil dan aneh terjadi. Apakah pemiliknya takut ketahuan jika DNA dari daging dan tulang penyangga berbeda? Atau mungkin penyangganya terbuat dari bahan selain tulang, kayu mungkin. Dan juga apakah takut ketahuan jika daging dan tulang tidak melekat dengan sempurna. Tes rontgen memang tidak dapat menjelaskan ini, tapi dengan pembedahan semuanya dapat terjawab.

Baca juga artikel: