7 Penyakit Yang Biasa Menyerang Tanaman Cabai

7 Penyakit Yang Biasa Menyerang Tanaman Cabai

7 Penyakit Yang Biasa Menyerang Tanaman Cabai

7 Penyakit Yang Biasa Menyerang Tanaman Cabai
7 Penyakit Yang Biasa Menyerang Tanaman Cabai

Untuk informasi lebih detail pengendalian dan penyakit tanaman cabai

Rebah Semai

Rebah semia tanaman cabai atau cabe adalah (Pythium debarianum). Cara pengendalian ya dengan penyemprotan fungisida sistemik berbahan aktif propamokarb hidroklorida, simoksanil, kasugamisin, asam fosfit, atau dimetomorf dan fungisida kontak berbahan aktif tembaga, mankozeb, propineb, ziram atau tiram, dosis 1/2 dari dosis terendah yang tertera pada kemasan.

Layu Bakteri

Bakteri penyebab layu tanaman cabai atau cabe adalah (Pseudomonas sp). Upaya pengendalianya antara lain meningkatkan pH tanah, Memusnahkan tanaman cabe yang terserang, Melakukan penggiliran tanaman serta penyemprotan kimiawi menggunakan bakterisida dari golongan antibiotik dengan bahan aktif kasugamisin, streptomisin sulfat, asam oksolinik, validamisin, atau oksitetrasikin. Sebagai pencegahan secara biologi, Berikan trichoderma pada saat persiapan lahan. Umur 15 hst, 40 hst dan 70 hst di lakukan pengocoran menggunakan pestisida organik pada tanah, Contoh, super glio, wondervat. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.

Layu Fusarium

Cendawan penyebab layu tanaman cabai atau cabe adalah (Fusarium oxysporum). Upaya pengendalianya antara lain meningkatkan pH tanah, memusnahkan tanaman cabe yang terserang, melakukan penggiliran tanaman serta menyemprotkan kimiawi menggunakan fungisida berbahan aktif benomil, metalaksil, atau propamokarb hidroklorida, sebagai pencegahan, secara biologi diberikan trichoderma pada saat persiapan lahan. Pada umur 25 hst, 40 hst, dan 70 hst di lakukan pengocoran dengan menggunakan pestisida organik pada tanah. Contoh, super glio, wondervat. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.

Busuk Phytophtora

Cendawan penyebab busuk phytophtora tanaman cabai atau cabe adalah (Phytopthora infestans). Pengedalian kimiawi menggunakan fungisida sistemik, Contoh bahan aktif yang bisa di gunakan antaranya adalah, metalaksil, propamokarb hidrokloroda, simoksanil, kasugamisin, asam fosfit, atau dimetomorf dan fungisida kontak. Dan contoh bahan aktif yang dapat di gunakan antaranya Tembaga, mankozeb, propineb, ziram atau Tiram, Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.

Busuk Kuncup

Penyakit busuk kuncup tanaman cabae adalah (Choanephora cucurbitarum). Pengendalian kimawi menggunakan fungisida sistemik, Contoh, bahan aktif yang dapat di gunakan diantaranya, metalaksil, propamokarb hidroklorida, simoksanil, kasugamisin, asam fosfit, atau dimrtomorf, dan fungisida kontak. Dan contoh bahan aktif yang dapat di gunakan diantaranya,tembaga, mankozeb, propineb, ziran atau tiram, Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.

Bercak Cercospora

Cendawan bercak cercospora tanaman cabai atau cabe adalah (Cercospora capsici). Pengendalian kimawi menggunakan fungisida sistemik,Contohnya bahan aktif yang dapat di pergunakan diantaranya adalah, benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol dan fungisida kontak. Dan contoh bahan aktif yang dapat di pergunakan diantaranya adalah, klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.

Antraknosa (Patek)

Cendawanan antraknosa tanamancabe adalah (Colletotrichum capsici dan Gloesporium piperatum). Pengendalian kimiawi menggunakan fungisida sistemik, Contoh bahan aktif yang dapat di pergunakan diantaranya adalah, benomil, metil tiofana, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol, dan fungisida kontak berbahan aktif adalah klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.

 

Sumber: https://www.duniabudidaya.co.id