Agustus 2010-01-29

Agustus 2010-01-29

  1. Pembentukan BPUPKI

Jepang telah diambang kekalahan oleh Sekutu. Dalam situasi krisis itu, pada tanggal 1 Maret 1945, Letnan Jenderal Kumakici Harada, mengumumkan pembentukan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia untuk menyelidiki hal-hal penting menyangkut pembentukan negara Indonesia merdeka. Dan pada tanggal 29 April 1945 diumumkan dan diangkat pengurus-pengurusnya, yaitu;

–          Ketua                                      : dr, K.R.T. Radjiman Wediodiningrat

–          Ketua Muda                            : Icibangase

–          Kepala Sekertariat                   : R.P. Suroso

–          Pembantu Kepala Sekertariat : Toyohito Masuda & Mr. A. G. Pringgodigdo

Upacara peresmian BPUPKI dilaksanakan pada tanggal 28 Mei 1945 di Gedung Cuo Sangi In, jalan Pejambon, Jakarta. Peristiwa ini membangkitkan semangat para anggota dalam usaha mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.

  1. Perumusan Dasar Negara Indonesia

Persidangan BPUPKI untuk merumuskan Undang-Undang Dasar diawali dengan pembahasan mengenai dasar negara Indonesia Merdeka. Lalu para anggotanya mengemumakan pandangan mereka mengenai dasar negara tersebut.

  1. Mr. Muh Yamin mengajukan lima “Azas Dasar Negara Kebangsaan Republik Indonesia” pada tanggal 29 Mei 1945.
  2. Prof. Dr. Mr. Soepomo mengajukan lima Dasar Negara Indonesia Merdeka pada tanggal 31 Mei 1945.
  3. Ir. Soekarno berpidato dan akhirnya terpilih nama Pancasila sebagai dasar negara pada tanggal 1 Juni 1945.

Persidangan pertama BPUPKI berakhir pada tanggal 1 Juni 1945 dan belum menghasilkan keputusan akhir mengenai dasar negara Indonesia merdeka.

  1. Piagam Jakarta

22 Juni 1945 BPUPKI membentuk Panitia Kecil yang disebut Panitia Sembilan. Yang anggotanya;

  1. Ir. Soekarno
  2. Drs. Moh. Hatta
  3. Mr. Muh Yamin
  4. Mr. Ahmad Soebarjo
  5. Mr. A. A. Maramis
  6. Abdulkadir Muzakir
  7. K.H. Wachid Hasjim
  8. H. Agus Salim
  9. Abikusno Tjokrosujono

Musyawarah Panitia Sembilan menghasilkan suatu rumusan yang menggambarkan maksud dan tujuan oembentukan negara Indonesia Merdeka. Dan. Mr. Muh Yamin menamakannya Piagam Jakarta.

  1. Rancangan Undang-Undang Dasar

Pada tanggal 10 Juli 1945  dibahas Rencana Undang-Undang Dasar. Panitia Perancang Undang-Undang Dasar yang diketuai oleh Ir. Soekrno dan beranggotakan 21 orang. Tanggal 11 Juli 1945 Panitia Perancang Undang-Undang Dasar menyetujui isi pembukaan yang diambil dari Piagam Jakarta.

Lalu deibentuklah Panitia Kecil Perancang Undang-Undang Dasar yang diketuai oleh Prof. Dr. Mr. Soepomo dengan anggotanya yaitu ; Mr. Wongsonegoro, Mr. Ahmad Soebardjo, Mr. A. A. Maramis, Mr. R. P. Singgih, K.H. Agus Salim, dan Sukiman. Lalu hasilnya disempurnakan oleh Panitia Penghalus Bahasa yang anggotanya; Husein Djajadiningrat, H. Agus Salim, dan Prof. Dr. Mr. Soepomo.

Persidangan kedua BPUPKI pada tanggal 14 Juli 1945 menerima laporan dari Panitia Perancang Undang-Undang Dasar yang hasilnya dibacakan oleh Ir. Soekarno yaitu;

 

Sumber :

https://dunebuggyforsale.org/facebook-akan-batasi-artikel-engagement-bait/