Ciri-Ciri Konflik, Faktor, Strategi dan Dampaknya

Ciri-Ciri Konflik, Faktor, Strategi dan Dampaknya

Ciri-Ciri Konflik, Faktor, Strategi dan Dampaknya

Ciri-Ciri Konflik, Faktor, Strategi dan Dampaknya
Ciri-Ciri Konflik, Faktor, Strategi dan Dampaknya

Ciri-Ciri Konflik

Adapun ciri-ciri konflik berdasarkan Wijono (1993:37) yaitu:

  • Setidaknya ada dua pihak secara perseorangan maupun kelompok yang terlibat dalam suatu interaksi yang saling bertentangan.
  • Setidaknya tidak timbul suatu kontradiksi antara dua pihak secara perseorangan maupun kelompok dalam mencapai tujuan, memainkan tugas dan ambigius atau adanya nilai/norma yang bertentangan.
  • Timbulnya interaksi yang sering ditandai dengan tanda-tanda sikap yang direncanakan untuk saling meniadakan, mengurangi dan menekan pada pihak lain semoga mendapatkan laba menyerupai status, jabatan, tanggung jawab, pemenuhan banyak sekali macam kebutuhan fisik maupun sosio psikologi.
  • Timbulnya tindakan yang saling berhadap-hadapan sebagai akbat dari kontradiksi yang berlarut.
  • Timbulnya ketidak seimbangan tanggapan usaha masing-masing pihak yang berkaitan denga kedudukan, status sosial, pangkat, golongan, kewibawaan, kekuasaan, harga diri, prestise dan sebagainya.

Faktor Penyebab Konflik

Adapun faktor penyebab terjadinya konflik diantaranya:

  • Perbedaan Individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan;
  • Perbedaan latar belakang Kebudayaan sehingga membentuk eksklusif yang berbeda pula. seseorang sedikit banyak akan terpengaruh dengan teladan pikir dan pendirian kelompoknya;
  • Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok, diantaranya menyangkut bidang ekonomi, politik, dan sosial.
  • Perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.
  • Tingkatan Konflik

Strategi Mengatasi Konflik

Dengan adanya konflik tidak selalu bermakna negatif, ini berarti kalau konflik sanggup dikelola dengan baik, maka konflik sanggup memberi bantuan nyata pada kemajuan organisasi. Adapun seni administrasi yang sanggup dipakai untuk mengatasi konflik, diantaranya:

  • Contending (bertanding) yakni mencoba menerapkan solusi yang lebih disukai salah satu pihak atau pihak lain
  • Yielding (mengalah) yakni menurunkan aspirasi sendiri dan bersedia mendapatkan kurang dari apa yang bergotong-royong diinginkan
  • Problem Solving (pemecahan masalah) yakni mencari alternatif yang memuaskan aspirasi kedua belah pihak yang berkonflik
  • With Drawing (menarik diri) yakni menentukan meninggalkan situasi konflik baik secara fisik maupun psikologis. With drawing melibatkan pengabaian terhadap suatu kontroversi.
  • Inaction (diam) yakni tidak melaksanakan apapun, dimana masing-masing pihak saling menunggu langkah selanjutnya dari pihak lain, entah hingga kapan.

Dampak Akibat Konflik

Adapun dampak tanggapan adanya konflik yaitu:

Dampak Negatif

  • Dapat menghambat komunikasi
  • Dapat mengganggu kohesi (keeratan hubungan)
  • Dapat mengganggu kerjasama atau team work
  • Dapat mengganggu proses produksi
  • Dapat menurunkan produksi.
  • Dapat menumbuhkan ketidakpuasan terhadap pekerjaan
  • Dapat mengganggu konsentrasi
  • Dan lain sebagainya

Dampak Positif

  • Dapat menciptakan organisasi tetap hidup dan harmonis
  • Berusaha mengikuti keadaan dengan lingkungan
  • Memunculkan keputusan yang bersifat inovatif
  • Memunculkan persepsi yang lebih kritis terhadap perbedaan pendapat.
  • Dan sebagainya

 

Baca Artikel Lainnya: