Diskusi Dalam Bisnis

Diskusi Dalam Bisnis

Diskusi Dalam Bisnis

Diskusi Dalam Bisnis
Diskusi Dalam Bisnis

Bagaimana lingkungan bisnis dan perubahan kebudayaan di negara Anda? Apakah faktor-faktor internasional menjadi lebih penting? Apakah akuntansi perubahan dalam menanggapi perubahan pengaruh lingkungan? Jika demikian, dengan cara apa dan dengan apa efek?

Jawaban :

Lingkungan bisnis di Indonesia cenderung sudah mengikuti ke arah internasional. Dikerenakan banyak perusahan-perusahaan di Indonesia memiliki cabang di luar negeri, maupun memiliki kerjasama bilateral dengan Negara lain, sehingga membuat lingkungan bisnis di Indonesia mengikuti tren di kalangan internasional. Faktor-faktor internasional sangat penting untuk diadopsi karena agar bisnis di Indonesia tidak tertinggal dengan lingkungan bisnis di negara lain. Namun karena Indonesia adalah negara timur, selain mengikuti aturan bisnis dunia internasional, Kita juga tidak boleh melupakan budaya sendiri.

Begitu pula perubahan pencatatan akuntansi cenderung mengikuti perubahan bisnis yang ada. Seperti halnya adanya akuntansi syariah yang diadopsi Indonesia menikuti tren akuntansi di daerah timur tengah. Adanya IFRS juga membuat standar akuntansi di Indonesia disesuaikan. Hal ini dimaksudkan agar pencatatan dan pelaporan bisa digunakan untuk semua pihak baik pihak intern perusahaan, maupun pihak ekstern perusahaan baik dari dalam dan luar negeri. Memang tidak lah mudah untuk langsung mengadopsi standar IFRS tersebut, namun lambat laun Indonesia pasti dapat menyesusaikan diri agar tidak tertinggal dari negara lain.

  1. Apa tekanan internasional untuk perubahan akuntansi menurut Anda akan paling penting masuk ke abad kedua puluh satu?

Jawaban :

Menurut kami, tidak perlu adanya tekanan karena sekarang negara-negara banyak yang sedang berkembang, sehingga mereka cenderung berkiblat kepada negara maju dan dunia internasional. Ketika adanya perubahan akuntansi, negara-negara berkembang akan langsung mempelajari dan menerapkan di negaranya sendiri. Hal ini bertujuan agar tidak tertinggal dari negara-negara lain yang sudah lebih dulu menerapkan.

  1. Seberapa penting sebuah kendala terhadap perubahan perbedaan budaya nasional mungkin?

Jawaban :

Setiap perubahan yang ada pasti ada kendalanya yang berhubungan dengan budaya yang sudah mengakar. Sekarang bagaimana kita menyikapi perubahan dengan perbedaan budaya, dimana tetap mengadopsi dengen perubahan namun tidak melupakan budaya. Karena budaya yang ada lebih dahulu ada, dibanding perubahan yang ada.

Catatan

1R. Farmer and B, Richman, International Business: An Operational Theory(Homewood, IL: Irwin, 1966).

2Anant Negandhi and Bernard Estafan, ‘ A Research Model to Determine The Applicability of American Knowhow in Different Cultures and/or Environments,” Academy of Management Journal (December 1965).

3David A. Ricks, Blunders in International Business (Can:bridge, MA: Blackwell, 1993).

4For reviews and analyses of the factors involved, sec Gerhard G. Mueller,International Accounting (New York: Macmillan, 1967); S. A. Zeff, Forging Accounting Principles in Five Countries (Champaign, IL: Stipes, 1972); C. W. Nobes and R. H. Parker, eds., Issues in Multinational, Accounting (Oxford: Philip Allan, 1988).

5This is based on the framework developed by Lee H. Radebaugh, “Environmental Factors Influencing the Development of Accounting Objectives, Standards and Practices in Peru,” International Journal of Accounting (fall 1975).

6See, for example, R. D. Nair and Werner G. Frank, “The Impact of Disclosure and Measurement Practices on International Accounting Classifications,”Accounting Review) (July 1980); C. W. Nobes, “A Judgemental International Classification of Financial Reporting Practices,” Journal of Business Finance, and Accounting (spring 1983).

7MichaeI Chatfield, A History of Accounting Though‘ (New York: Kreiger, 1977); T. A. Lee and R. H. Parker, The Evolution of Corporate Financial Reporting (London: Nelson, 1979); J. R. Edwards, A History of Financial Accounting (l.ondon: Routledge, 1989).

8See, for example, John K. Galbraith, The New Industrial State (Boston: Houghton Mifflin, 1967),

9Sec A. Berle Jr. and G. C. Means, The Modern Coloration ard Private Property(New York: Macmillan, 1932); Michael C.Jensen and William rl. Meckling, “Theory of the Firm : Manage­rial Behaviour, Agency Costs, and Ownership Sinn cue,” journal of Financial Economics (Octo­ber 1976).

10Frederick D. S. Choi, “European Disclosure: The Competitive Disclosure Hypothesis,” journal of International Business Studies (fall 1974): M. Edgar Barren, “The intent of Disclosure in Annual Reports of” Large Companies in Scv’-n Countries,” international journal of’Accounting (spring 1977); S. J. Grav, “The Impact of International Accounting Differences from a Security Analysis Perspective: Some European Evidence,” journal of Accounting Research (spring 1980).

11See, S. J. Gray and A. G. Coenenberg, eds., EEC. Accounting Harmonisation: Implementation and Impact of the Fourth Directive (Amsterdam: North-Holland 1984).

12See for example, United Nations Conference on Trade and Development,Dominant Positions of Market Power of Transnational Corporations—Use of the transfer Pricing Mechanism (New York: UN, 1978).

13Geert Hofstede, Culture’s Consequences:International Differences in Work-Related Values (Beverly Hills: Sage, 1980).

14S. J. Gray, “Towards a Theory of Cultural Influences on the Development of Accounting Systems Internationally,” Abacus (March 1988).

Sumber : https://merkbagus.id/