Gara-gara Permen Jelly, Wimmy Raih Perak di WINTEX 2018

Gara-gara Permen Jelly, Wimmy Raih Perak di WINTEX 2018

Gara-gara Permen Jelly, Wimmy Raih Perak di WINTEX 2018

Gara-gara Permen Jelly, Wimmy Raih Perak di WINTEX 2018
Gara-gara Permen Jelly, Wimmy Raih Perak di WINTEX 2018

Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di Sukoharjo

kembali meraih juara di World Invention and Technology Expo (WINTEX) yang diselenggarakan di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Kali ini, penghargaan didapatkan oleh salah seorang mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi, Wimmy Safaati Utsani.

Dalam ajang yang diikuti oleh puluhan mahasiswa dari berbagai negara di dunia tersebut, Wimmy dengan karyanya yang diberi nama Permen Jelly untuk Kanker Payudara berhasil meraih perak.

Mahasiswi semester 6 tersebut menjelaskan, selama ini pengobatan kanker payudara biasanya dilakukan dengan kemoterapi. Sedangkan untuk pengobatan tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Belum lagi nantinya, penderita juga sering mengalami efek-efek samping

yang disebabkan dari kemoterapi. Dari situlah, perempuan berhijab itu ingin menciptakan cara pengobatan yang enak dan tidak menimbulkan efek samping.

Dan lahirnya sebuah permen jelly berbahan dasar daun sirsak tersebut. Pemilihan daun sirsak sendiri sudah melalui beberapa penelitian dan juga referensi yang ada. Beberapa cara alternatif sudah dicobanya yakni dengan memanfaatkan herbal.

Dari hasil percobaan yang sudah dilakukan tersebut akhirnya dipilihlah daun sirsak. Wimmy mengklaim, meski racikannya tersebut sangat sederhana, tetapi khasiatnya sangat besar.

Bahkan khasiat dari permen jelly bikinannya tersebut 10.000 lebih ampuh dibandingkan dengan kemoterapi.

“Permen ini dibuat dari rebusan daun sirsak, kemudian ditambah dengan gula rendah kalori, agar-agar, asam sitrat dan juga air,” terang Wimmy kepada JawaPos.com, Sabtu (17/3).

Dari hasil racikan tersebut, Wimmy memperoleh hasil sebanyak 600 mililiter.

Kemudian air tersebut kembali diolah menjadi permen. Dan didapatkan sebanyak 30 biji permen jelly.

Untuk memproduksi awal ini, Wimmy tidak membutuhkan banyak biaya. Karena bahan yang dibutuhkan merupakan bahan yang mudah dijumpai. Untuk produksi pertama, Wimmy hanya mengeluarkan uang sebesar Rp 13.500 saja.

Tetapi hasil karyanya tersebut baru sebatas produk. Dan masih perlu ada penelitian lebih lanjut untuk mengetahui mengenai dosis yang cocok untuk pengobatan kanker.

“Jadi memang ini perlu penelitian lebih lanjut lagi, karena untuk dosisnya juga perlu disesuaikan,” kata Wimmy.

 

Sumber :

https://dcc.ac.id/blog/puisi-lama/