Globalisasi

Table of Contents

 Globalisasi

Di abad ke 21 ini memang terjadi perubahan yang mendasar pada setiap negara. Sekaligus seolah-olah memaksa negara untuk bersikap terbuka jika ingin maju dan tidak tertinggal. Oleh karena itu negara-negara tertutup yang umumnya merupakan negara Komunis banyak yang membuka diri (kecuali Korea Utara). Hal tersebut dilakukan agar dapat menyesuaikan diri kehidupan global dan bertujuan juga agar tidak tertinggal dalam pergaulan global.

  1. Liberalisme

Sebagai ideologi bangsa, Pancasila haruslah adaptif, jadi agar tidak terombang-ambing dalam gempuran berbagai paham asing. Semangat Pancasila harus dibangkitkan guna mengimbangi kebebasan yang lebih condong ke Liberalisme. Kebebasan dalam Liberalisme tentu saja tidak sesuai dengan Pancasila. Kebebasan dalam Pancasila adalah kebebasan yang bertanggung jawab. Sedangkan kebebasan Liberalisme hanya sekedar kebebasan saja. Jadi dalam Liberalisme tidak masalah jika terjadi penghinaan suku, ras, maupun agama. Padahal dalam masyarakat Indonesia sendiri sangat sensitif bila terjadi penghinaan suku, ras dan agama. Yang artinya Liberalisme bertentangan dengan kepribadian bangsa.

  1. Separatisme

Separatisme tentu saja sangat bertentangan dengan Pancasila terutama sila kedua dan ketiga karena selain menggunakan kekerasan, separatisme juga mengancam persatuan bangsa. Jika kita lihat sejak awal reformasi, banyak sekali gerakan Separatisme yang mengancam persatuan bangsa. Bahkan ada gerakan separatisme yang berhasil memerdekakan wilayah mereka dari NKRI. Separatisme yang dimaksud adalah Fretilin yang berhasil memisahkan Timor-Timur (sekarang Timor Leste) dari Republik Indonesia.

su;mber :

https://dogetek.co/seva-mobil-bekas/