Guru (peranan pendidik)

Guru (peranan pendidik)

Guru adalah seseorang yang mendidik, membimbing, mengajarkan dan mentransferkan ilmunya kepada perserta didik. Menurut Keputusan Menpan No. 26/MENPAN/1989, tanggal 2 Mei 1989 dikemukakan. Guru terlibat langsung dalam proses pendidikan, oleh karena itu guru memegang peranan yang sangat menentukan bagi tujuan pendidikan. Dan guru harus selalu meningkatkan kemampuan profesinya agar dapat melaksanakan tugas dengan baik.

Di samping itu, guru harus bisa menempatkan diri sebagai contoh yang baik bagi peserta didik. Lebih jauh lagi terlepas dari itu, harus adanya keselarasan dari seorang pendidik antara apa yang diucapkan dan dilakukan. Dengan demikian guru tidak hanya pandai berkata-kata akan tetapi guru juga melaksanakan ucapanya tersebut. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT surat Ash-Shaaf, ayat 3 yang artinya : Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa apa yang tidak kamu kerjakan.(Q.S. Ash-Shaaf)

  1. Siswa

Kedudukan siswa dalam kurikulum merupakan “produsen” artinya siswa sendiri yang mencari tahu pengetahuan yang dipelajarinya. Siswa dalam suatu kelas biasanya memiliki kemampuan yang beragam: pandai, sedang dan kurang. Karenanya guru perlu mengatur kapan siswa bekerja perorangan, berpasangan dan kelompok. Menurut teori Piaget, Siswa pada kelompok usia SLTP berada dalam tahap operasi formal atau mereka telah mampu untuk berfikir abstrak. Jadi pada tahap ini siswa sudah mampu menyelesaikan masalah dengan cara yang lebih baik.

  1. Materi

Materi merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan guru/ istruktur untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran. Materi yang dimaksud bisa berupa Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar.

  1. Evaluasi

Secara etimologi “evaluasi” berasal dari kata “to evaluate” yang berarti “menilai”. Dengan begitu evaluasi hasil belajar akan menetapkan baikburuknya hasil dari kegiatan pembelajaran, sementara evaluasi pembelajaran menetapkan baik-buruknya proses dari kegiatan pembelajaran. Rangkaian akhir dari sistem pembelajaran adalah evaluasi. Lewat evaluasi akan bisa diketahui berhasil atau tidaknya dalam melaksanakan pembelajaran.

  1. Penilaian dan Tujuan.

Penilaian awal siswa dilakukan dengan cara memberikan tes, yang berupa pretest. Tes ini dilakukan untuk penjajakan atau pengukuran tentang penguasaan siswa terhadap tujuan yang harus dicapai

sumber :