Hakim Sesalkan Sikap AKBP Syamsurizal yang Tak Tegas

Hakim Sesalkan Sikap AKBP Syamsurizal yang Tak Tegas

Hakim Sesalkan Sikap AKBP Syamsurizal yang Tak Tegas

Hakim Sesalkan Sikap AKBP Syamsurizal yang Tak Tegas
Hakim Sesalkan Sikap AKBP Syamsurizal yang Tak Tegas

Hakim Artha Theresia, dalam sidang dengan terdakwa Susno Duadji

meyesalkan sikap saksi AKBP Syamsurizal yang tidak tegas. Menurut Artha, keterangan yang diberikan Syamsurizal tidak menunjukan karakter asli seorang perwira polisi.

“Jawaban saudara tidak memperlihatkan karakter Polri dengan tegas,” ucap Artha di persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jakarta, Selasa (21/12/2010).

Namun Syamsurizal tidak diam saja. Dengan sigap dia membalas ucapan hakim. “Itu pendapat Ibu hakim,” potong Syamsu.

 

Artha kemudian melanjutkan pendapatnya.

Selama bersaksi, dia menilai Syamsurizal terkesan gugup dan mencla mencle dalam memberikan keterangan.

“Ya itu benar, itu penilaian saya. Dan saya kecewa. Saksi dari tadi kelihatan gugup, keringetan. Saksi bawa tisu yang cukup, nggak,” sindir Artha.

Dalam memberi keterangan, Syamsu memang nampak gugup. Berkali-kali dia membetulkan letak mikrofon. Begitupula tempat duduknya, Syamsu berganti-ganti posisi seperti tidak nyaman memberi kesaksian. Keringat membasahi kemeja warna putihnya.

 

“Saya melihat Syamsurijal bukan seperti yang saya kenal.

Pengecut dan punya beban. Saya minta istighfar dulu, supaya bisa berfikir jernih. Saudara tidak seperti yang saya kenal.Saya kasihan dengan saudara. Saya mohon hakim diskors 5 menit saja, supaya saksi bisa istighfar, minum air putih, supaya saksi bisa berfikir jernih,” timpal pengacara Susno, Henry Yosodiningrat menanggapi penampilan saksi saat dipersidangan.

AKBP Syamsurijal Mokougouw dalam kesaksiannya mengaku pergi ke rumah Komjen Susno Duadji akhir bulan Desember 2008. Padahal di awal persidangan, Syamsu bersikukuh ke rumah Susno awal bulan, bertepatan dengan kedatangan Sjahril Djohan.

“Jangan memalukan Polri. Mau pesan pesawat harus sudah ada tanggal dan nama terlebih dahulu. Pesan pesawat ke Kalimantan juga begitu, apalagi ke luar negeri. Saya punya bukti tanggal itu. Bagaimana mungkin Anda ke rumah terdakwa kalau belum ada kepastian tanggal untuk ditandatangani,” tanya salah satu pengacara Komjen Susno, Henry Yosodiningrat di PN Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Selasa (21/12).

“Ya. Ya benar..benar,” jawab Syamsurijal.

“Apakah maksud saksi terburu-buru, karena tanggal 31 Desember saksi harus terbang ke Belanda? Anda ke rumah terdakwa tanggal 27,” cecar Henry sambil menunjukan bukti surat perintah jalan.

“Ya. Ya benar..benar,” ucap Syamsurijal mengulangi jawabannya.

Baca Juga :