Hiperemesis Gravidarum

Hiperemesis Gravidarum

Sebagian besar kejadian emesis dan hiperemesis gravidarum berlangsung sejak usia kehamilan 9-10 minggu. Kejadian ini makin berkurang dan selanjutnya diharapkan berakhir pada usia kehamilan 12-14 minggu. Sebagian kecil dapat berlanjut sampai usia kehamilan 20-24 minggu.

Hiperemesis gravidarum. Terjadi sekitar 10-15%. Mual muntah berlebihan dan telah mengganggu aktivitas sehari-hari. Sudah terjadi gangguan elektrolit ketosis, terdapat dehidrasi, dan menurunnya berat badan sebesar 5%. Terdapat berbagai tingkat dan memerlukan hospitalisasi untuk pengobatan psikologis, rehidrasi tambahan cairan. Diperlukan pengobatan medikamentosa khusus.

Hiperemesis gravidarum dapat menyebabkan cadangan karbohidrat habis dipakai untuk keperluan energy sehingga pembakaran tubuh beralih pada cadangan lemak dan protein.

Gambaran gejala hiperemesis gravidarum secara klinis dapat dibagi menjadi tiga tingkat berikut ini.

  • Hiperemesis gravidarum grade 1 (tingkat pertama)

ü  Muntah berlangsung terus

ü  Makan berkurang

ü  Berat badan menurun

ü  Kulit dehidrasi sehingga tonusnya lemah

ü  Nyeri di daerah epigastrium

ü  Tekanan darah turun dan nadi meningkat

ü  Lidah kering

ü  Mata tampak cekung

  • Hiperemesis gravidarum grade 2 (tingkat kedua)

ü  Penderita tampak lebih lemah

ü  Gejala dehidrasi makin tampak, mata cekung,  turgor kulit makin kurang, lidah kering dan kotor

ü  Tekanan darah turun, nadi meningkat

ü  Berat badan makin menurun

ü  Mata ikterus

ü  Gejala hemokonsentrasi makin tampak: urine berkurang dan badan aseton dalam urine meningkat

ü  Terjadinya gangguan buang air besar

ü  Mulai tampak gejala gangguan kesadaran, menjadi apatis.

ü  Napas berbau aseton

  • Hiperemesis gravidarum grade 3 (tingkat ketiga)

ü  Muntah berkurang

ü  Keadaan umum ibu hamil makin menurun: tekanan darah turun, nadi meningkat, dan suhu naik; keadaan dehidrasi makin jelas

ü  Gangguan faal hati terjadi dengan manifestasi ikterus

ü  Gangguan kesadaran dalam bentuk somnolen sapai koma; komplikasi susunan saraf pusat (ensefalopati wernicke): nistagmus (perubahan arah bola mata), diplopia (gambar tampak ganda), dan perubahan mental.

  1. Anemia

Anemia adalah masalah medis yang umum terjadi pada banyak wanita hamil. Jumlah sel darah merah dalam keadaan rendah, kuantitas dari sel–sel ini tidak memadai untuk memberikan oksigen yang dibutuhkan oleh bayi.

Anemia sering terjadi pada kehamilan karena volume darah meningkat kira–kira 50% selama kehamilan. Darah terbuat dari cairan dan sel. Cairan tersebut biasanya meningkat lebih cepat daripada sel- selnya. Hal ini dapat mengakibatkan penurunan hematokrit (volume, jumlah atau persen sel darah merah dalam darah). Penurunan ini dapat mengakibatkan anemia.

Anemia dapat ditangani dengan minum tablet zat besi dan istirahat cukup.

Komplikasi anemia dalam kehamilan memberikan pengaruh langsung terhadap janin sedangkan komplikasi pada kehamilan trimester I yaitu anemia dapat menyebabkan terjadinya missed abortion, kelainan kongenital, abortus/ keguguran.

sumber :

https://daftarpaket.co.id/seva-mobil-bekas/