HUTANG OBLIGASI

HUTANG OBLIGASI

Saat skala operasional perusahaan berkembang atau dalam membangun suatu perusahaan dibutuhkan sejumlah dana. Dana yang diperlukan untuk Investasi dalam aktiva tetap yang akan memberikan manfaat dalam jangka panjang sebaiknya diperoleh dari hutang jangka panjang atau dengan menambah modal. Dalam hal ini perusahaan memiliki dua pilihan yaitu menarik hutang jangka panjang misalnya obligasi atau menambah modal sendiri dengan mengeluarkan saham.

Ada beberapa kelebihan menarik hutang jangka panjang melalui obligasi dibanding menambah modal sendiri dengan mengeluarkan saham. Obligasi memiliki beberapa keuntungan bagi perusahaan penerbit antara lain : – Pemegang obligasi tidak mempunyai hak suara dalam kebijakan perusahaan sehingga tidak mempengaruhi manajemen. – Bunga obligasi mungkin lebih rendah dibanding deviden yang harus dibayarkan kepada pemegang saham. – Bunga merupakan biaya yang dibebankan pada perusahaan yang dapat mengurangi kewajiban pajak sedangkan deviden adalah pembagian laba yang tidak dapat dibebankan sebagai biaya.

Sebaliknya juga terdapat hal yang kurang menguntungkan antara lain : – Bunga obligasi adalah beban tetap baik dalam keadaan perusahaan mendapat laba atau mengalami kerugian – Jika perusahaan tidak mampu membayar obligasi yang jatuh tempo, pemegang obligasi tetap mempunyai hak untuk menuntut pengembalian obligasi sedangkan pemegang saham tidak mempunyai hak demikian karena pemegang saham adalah pemilik perusahaan yang turut bertanggung jawab menanggung resiko kerugian perusahaan. Perjanjian obligasi formal, atau surat hutang obligasi, merinci syarat obligasi dan hak serta kewajiban dari penerbit dan pemegang obligasi.

Kontrak itu merinci penerbiatan, suku bunga dan tanggal pembayaran, tanggal jatuh tempo, dan hak istimewa konversi serta penarikan. Investor menerima setifikat obligasi, yang merupakan kewajiban kontraktual dari penerbit kepada investor

  1. I) A. Klasifikasi Obligasi Investor mempunyai berbagai macam tujuan, preferensi, dan kebijakan investasi. Sebagai akibatnya banyak jenis obligasi yang berbeda diterbitkan. Obligasi dapat diklasifikasikan menurut:
  2. Entitas penerbit
  3. Obligasi industri : diterbitkan oleh perusahaan swasta yang mencari laba.
  4. Obligasi kotapraja : diterbitkan oleh lembaga pemerintah.
  5. Jaminan.
  6. Obligasi yang dijamin: didukung oleh hak gadai atas aktiva tertentu; pemegang obligasi mempunyai klaim pertama atas hasil penjualan aktiva yang dijaminkan.
  7. Obligasi surat hutang: tidak dijamin; hanya didukung oleh kredit penerbit; apabila penerbit jatuh bangkrut, pemegang obligasi menjadi kreditor umum untuk pembagian penerbit.
  8. Tujuan penerbitan.
  9. Obligasi uang pembelian: diterbitkan untuk pembayaran penuh atau sebagian atas property.
  10. Obligasi pendanaan kembali: diterbitkan unuk menarik obligasi yang ada. 2 Junk bond adalah obligasi bersuku bunga tinggi, berisiko tinggi, dan tidak dijamin. Junk bond digunakan secara luas pada tahun 1980-an untuk membiayai laverage buyout
  11. Obligasi konsolidasi: diterbitkan untuk menggantikan beberapa terbitan yang ada.
  12. Pembayaran bunga
  13. Obligasi biasa ( berjangka ): menyediakan bunga kas pada suku bunga ditetapkan.
  14. Obligasi laba: bunga bergantung pada laba penerbit.
  15. Obligasi terdaftar: membayar bunga hanya kepada orang yang namanya tercatat atau terdaftar pada obligasi.
  16. Obligasi pemegang: tidak terdaftar; bunga dan pokok dibayar kepada pemeganya, transfer tidak memerlukan pengesahan (endorsement).
  17. Obligasi kupon: membayar bunga setelah menerima kupon yang dipisahkan dari obligasi. 5. Jatuh Tempo.
  18. Obligasi biasa (berjangka): jatuh tempo pada satu tanggal yang telah ditetapkan
  19. Obligasi berseri/serial: jatuh tempo pada beberapa tanggal cicilan.
  20. Obligasi yang dapat ditarik: penerbit dapat menarik obligasi sebelum tanggal jatuh tempo. d. Obligasi yang dapat ditebus: pemegang obligasi dapat memaksakan penebusan lebih cepat.
  21. Obligasi konvertibel: pemegang obligasi dapat mengkonversi obligasi menjadi sekuritas ekuitas penerbit.
  22. Karakteristik Obligasi Harga obligasi dinyatakan sebagai persentase dari nilai nominal obligasi. Jadi, investor dapat membeli atau menjual obligasi PT. Astra Graphia Tbk. yang dinyatakan pada harga 113,84 sebesar Rp. 1.138.400. Begitu pula dengan obligasi yang dinyatakan pada harga 109 dapat dibeli atau dijual sebesar Rp. 1.090.000. Beberapa karakteristik obligasi mempengaruhi akuntansi untuk obligasi. Untuk menggambarkan, asumsikan bahwa pada akhir tahun 2010, PT. Astra Graphia Tbk. merencanakan untuk menerbitkan surat hutang (obligasi) $ 100.000 ,10%, tertanggal 1 Januari 2010. Setiap obligasi mempunya nilai nominal $ 1.000. Obligasi tersebut jatuh tempo per 31 Desember 2012 dan bunganya dibayar pada tanggal 30 Juni dan 31 Desember.Sumber :https://areaponsel.com/asus-janjikan-update-oreo-untuk-zenfone-3-dan-4/