ITB Terus Kembangkan Teknologi Robotik

ITB Terus Kembangkan Teknologi Robotik

ITB Terus Kembangkan Teknologi Robotik

ITB Terus Kembangkan Teknologi Robotik
ITB Terus Kembangkan Teknologi Robotik

Institut Teknologi Bandung (ITB) telah banyak menghasilkan riset unggul

di berbagai bidang. Salah satunya ialah bidang robotik. Berbagai pengembangan tentang teknologi robotik dilakukan, baik melalui pusat penelitian di ITB dan juga di kelompok keahlian terkait.
Prof. Dr. Ir. Bambang Riyanto Trilaksono adalah salah satu peneliti di bidang teknologi robotik ITB. Ia tergabung ke dalam Kelompok Keahlian Sistem Kontrol dan Komputer pada Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB. Prof. Bambang banyak melakukan riset terutama di bidang sistem kontrol, robotik, dan artificial intelligence (AI).
Berbicara tentang teknologi robotik, Prof. Bambang menjelaskan bahwa robot pada dasarnya adalah sistem elektro-mekanik yang bisa bergerak secara otomatis tanpa dikontrol dan diperintahkan manusia. Secara keilmuan biasanya robot akan menggabungkan antara mekanik, elektronik, kontrol, software, AI dan sebagainya.

 

“Jadi sebuah mesin yang bergerak dan melakukan tindakan secara cerdas.

Tidak memerlukan intervensi dari manusia, itu pengertian sederhana dari robot,” ujarnya dalam rilis Humas ITB yang diterima Reaksi, Senin (23/9).
Menurut Wakil Rektor bidang Riset, Inovasi, dan Kemitraan ITB itu, secara garis besar, robot bisa dibagi ke dalam dua fungsi. Pertama robot yang dipakai di industri dan kedua robot yang dipakai di rumah tangga atau masyarakat.
Untuk robot yang berada di industri biasanya dibuat untuk keperluan otomatisasi proses produksi oleh pabrik. Bentuknya biasanya berupa lengan yang bisa memasang skrup, melakukan pengelasan, dan berbagai fungsi otomasi lainnya di pabrik.

 

Dia mengatakan, robot di industri juga biasa digunakan untuk mengangkat/memindahkan

barang dari satu tempat ke tempat yang lain dengan cara ditentukan titik awal dan titik tujuannya. “Mungkin kita sering melihat robot industri biasanya digunakan di perusahaan otomotif,” katanya.
Sementara robot yang digunakan untuk non industri juga tak kalah menarik pemanfaatannya. Misalnya di museum di luar negeri, sudah ada yang menggunakan robot sebagai guide untuk pengunjung. Kemudian di rumah tangga, juga telah dibuat robot sederhana yang bertugas untuk membersihkan lantai dengan dilengkapi kemampuan menghindari benda-benda penghalang di hadapannya secara otomatis. Contoh lainnya yaitu robot yang dipakai di restoran untuk mengantar makanan dan minuman. Kemudian ada juga robot yang digunakan untuk memotong rumput.
“Pada kategori non industri itu juga dikenal entertainment robot, misalnya robot hiburan atau robot untuk permainan seperti robot Aibo dari Sony. Selanjutnya ada robot untuk memonitor dan menjaga keamanan lingkungan,” tambah Prof. Bambang.

Jenis Robot
Jenis robot juga bisa dibedakan berdasarkan area kerjanya. Menurut Prof. Bambang, berdasarkan area kerjanya jenis robot setidaknya ada tiga jenis, yaitu robot udara, robot darat, dan robot air. Untuk robot udara, dikenal sebagai Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau yang lebih familiar sebagai drone alias pesawat tanpa awak. Robot UAV ada beberapa jenis, yaitu yang menggunakan baling-baling, berbentu helikopter, dan yang memiliki sayap tetap seperti pesawat.
Sementara robot yang beroperasi di air biasanya disebut underwater robot. Robot-robot jenis ini dapat dipakai untuk mengeksplorasi sumber daya yang berada di dalam air (laut) melalui kameranya, dan dibekali sensor khusus sesuai kebutuhan penggunaan.

Sementara untuk robot di darat, contoh-contohnya biasanya dalam bentuk mobile robot atau humanoid robot. Humanoid robot adalah jenis robot yang dirancang menyerupai manusia, dengan kaki, tangan, tubuh dan kepala.

 

Baca Juga :