KDRT dalam Rumah Tangga

November 12, 2020 by Tidak ada Komentar

KDRT dalam Rumah Tangga

KDRT dalam Rumah Tangga

KDRT dalam Rumah Tangga

1. Mencoba mencari ketrampilan dan melakukannya di rumah

Jika permasalahannya karena suami kurang menghargai istri karena istri tidak bekerja, maka mulai hari ini cobalah mencari ketrampilan yang bermanfaat dan bisa diterapkan dirumah, syukur-syukur bisa menghasilkan rezeki yang bermanfaat.
Pikirkan baik-baik akibat baik buruknya jika akan melaporkan hal ini ke pihak yang berwajib, karena akibatnya akan sangat panjang, semisal perceraian, suami di bui, anak-anak terlantar secara keperluannya.

2. Jika ada indiKator kekerasan secara: fisik, psikis, seksual dan penelantaran rumahtangga terjadi

terutama kekerasan fisik yang sangat membahayakan jiwa, maka perlu segera melapor ke pihak yang berwajib dengan segera mengadakan visum, dan ini sangat diperlukan, karena jika bukti fisik penganiayaan tak ada, maka akan sangat sulit untuk melaporkan hal tersebut ke polisi.
Laporan ini biasanya diteruskan pada bagian unit Perempuan dan anak di Polres terdekat. Siap-siap jika akan dijadikan sebagai saksi oleh kepolisian setelah itu bersama dengan bukti-bukti visum dan foto penganiayaan. Jika alat bukti minimal dua sudah ada maka polisi bisa meningkatkan status pelaku KDRT sebagai Tersangka yang selanjutnya akan ditahan.

3. Sebaiknya korban segera mencatat

siapa penyidik yang menangani untuk selanjutnya mempermudah mempertanyakan sejauh mana perkara itu ditangani.
Korban itu dalam posisi pasif, artinya menunggu kasus itu bergulir, namun jika terlalu lama tak ada tindak lanjutnya maka korban bisa aktif menanyakannya.

4. Banyak-banyak berdoa dan beribadah

meminta perlindungan kepada Allah agar kasusnya selesai dengan sebaik-baiknya, dan tak akan menimpa lagi. Dan yang paling penting semoga kasusnya selesai sebelum menuju ranah hukum.

c. Kedua orang tua diberi fitrah untuk mencintai anaknya

Coba jelaskan bagaimana menurut saudara mengenai perasaan psikologis anak, jika melihat kedua orangtuanya bercerai!

Baca Juga: Fungsi Lembaga Keluarga

Kondisi Psikologis Anak Akibat Perceraian

Masa ketika perceraian terjadi merupakan masa yang kritis buat anak, terutama menyangkut hubungan dengan orangtua yang tidak tinggal bersama. Berbagai perasaan berkecamuk di dalam bathin anak-anak. Pada masa ini anak juga harus mulai beradaptasi dengan perubahan hidupnya yang baru. Hal-hal yang biasanya dirasakan oleh anak ketika orangtuanya bercerai adalah:

· Merasa tidak aman (insecurity).
· Tidak diinginkan atau ditolak oleh orang tuanya yang pergi.
· Marah Sedih dan kesepian.
· Kehilangan, merasa sendiri, menyalahkan diri sendiri sendiri sebagai penyebab orangtua bercerai.

Perasaan-perasaan ini dapat menyebabkan anak tersebut, setelah dewasa menjadi takut gagal dan takut menjalin hubungan dekat dengan orang lain. Beberapa indikator bahwa anak telah beradaptasi adalah: Menyadari dan mengerti bahwa orang tuanya sudah tidak lagi bersama dan tidak lagi berfantasi akan persatuan kedua orang tua, dapat menerima rasa kehilangan, tidak marah pada orang tua dan tidak menyalahkan diri sendiri, menjadi dirinya sendiri.