Kemajemukan Masyarakat Berdasarkan Klan

      Kemajemukan Masyarakat Berdasarkan Klan

Klan juga disebut kerabat atau keluarga besar (extended family). Klan ini merupakan kesatuan keturunan (kesatuan genealogis), kesatuan kepercayaan (religius magis), dan kesatuan adat (tradisi).

Para ahli sosilogi mendefinidikan klan sebagai sistem sosial yang berdasakan ikatan darah atau keturunan yang sama yang umumnya terjadi pada masyarakat unilateral, baik melalui garis ayah (patrilineal) maupun garis ibu (matrilineal). Kesatuan darah atau keturunan ini disebut kesatuan genealogis.

Mari kita perhatikan contoh kemajemukan Batak.masyarakat berdasarkan klan. Kita akan melihat masyarakat Minangkabau dan Batak.

Ø  Masyarakt Minangkabau mengikuti klan berdasarkan garis keturunan ibu (matrilineal). Di minangkabau ada 6 klan, yaitu Caniag, Piliang, Melayu, Dalimo, Kampai, dan Solo.

Ø  Masyarakat Batak mengikuti klan berdasarkan garis keturunan ayah (patrilineal). Di Batak klan ini disebut sebagai marga. Misalnya kita mengenal marga Ginting, Sembiring, Tarigan, Parangin-angin, Nasution, Batu Bara, dan sebagainya.

Kemajemukan Masyarakat Berdasarkan Agama

Dalam masyarakat kita mengenal ada agama dan kepercayaan. Di Indonesia ada 6 agama yang di akui secara resmi, yaiutu Islam, Kristen, Hindu, Buddha, Katolik dan Konghucu. Di samping itu ada banyak juga aliran kepercayaan atau agama-agama asli. Oleh karena itu, didalam masyarakat kita ada umat kristen, umat Buddha, umat Islam, umat Katolik, umat Hindu, dan umat Konghucu.

2.1.6.        Kemajemukan masyarakat berdasarkan jenis kelamin

Dalam masyarakat yang majemuk, penggolongan masyarakatnya juga dilakukan berdasarkan jenis kelaminnya. Dalam ilmu sosiologi, jenis kelamin dimengerti sebagai kategori sosial dalam masyarakat yang berdasarkan pada perbedaan jenis kelamin atau seks yang diperoleh sejak lahir ( perbedaan  biologis ). Perbedaan itu dapat kita lihat dari alat – alat Reproduksi, bentuk tubuh, suara, sikap, dan sebagainya. Berdasarkan perbedaan itu ada kelompok masyarakat perempuan dan kelompok masyarakat laki – laki.

Sumber: https://multiply.co.id/