Kerangka Teori, Konsep, Variabel

Kerangka Teori, Konsep, Variabel

Kerangka Teori, Konsep, Variabel

Kerangka Teori, Konsep, Variabel
Kerangka Teori, Konsep, Variabel

. Kerangka Teori dan Kerangka Berpikir

            Dalam kegiatan penelitian ilmiah cara yang harus dipakai dalam memecahkan masalah ada;ah cara ilmiah yaitu mempergunakan pengetahuan ilmiah sebagai dasar argumentasi dalam mengkaji persoalan untuk mendapatkan jawaban yang dapat diandalkan. Oleh karena itu, dalam mengkaji permasalan kita menggunakan teori sebagai alat dalam menemukan pemecahan. Dengan demikian kerangka teori yang diuraikan harus merupakan landasan yang kukuh dalam membangun kerangka pemikiran.

            Kerangka penelitian ini merupakan penjelasan sementara terhadap gejala yang menjadi objek permasalahan. Kerangka pemikiran yang berupa penjelasan sementara ini merupakan argumentasi kita dalam merumuskan hipotesis yang merupakan jawaban sementara terhadap permasalahan yang diajukan.

            R . Merton mengtakan konsep merupakan defenisi dari apa yang perlu diamati, konsep menentuakan adanya hubungan empirik. Masri dan Sofian H mengatakan konsep adalah abstraksi mengenai suatu fenomena yang dirumuskan atas dasar generalisasi dari sejumlah karakteristik kejadian, keadaan, kelompok atau individu tertentu.

            Konsep ada dua jenis, yaitu: konsep yang sederhana dan konsep kompleks. Konsep yang sederhana jelas hubungannya dengan fakta atau realita yang diwakilinya. Sedangkan konsep yang kompkeks sering disebut konsep abstrak, lebih kabur, tidak mudah menghubungkannya dengan fakta atau realita, karean merupakan pengertian yang abstrak dalam penelitian.

            Peranan konsep dalam penelitian sangat besar karena konsep menghubungkan dunia teori dengan dunia observasi, antara abstraksi dan realitas.

Variabel

            Agar konsep-konsep dapat diteliti secara empiris, konsep harus diperasioanalkan dengan mengubahnya menjadi variabel. Variabel adalah sesuatu yang mempunyai variasi nilai.

Contoh : konsep meja, dapat dilihat dari berbagai dimensi misalnya : tinggi, bentuk, bahan dasar, ukuran, yang mengandung variasi nilai. Dinamkan variabel karena ada variasi. Misalnya berat badan dapat dukatakan variabel karean berat badan sekelompok orang itu bervariasi antara satu orang dengan yang lainnya. Sedangkan kerlinger mengtakan bahwa variabel adalah konstruk atau sifat yang akan dipelajari.

Berdasarkan pengertian-pengertian di atas maka dapat dirumuskan, bahwa variabel penelitian itu adalah suatu atribut atau sifat atau aspek dari orang maupun objek yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh si peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya.

Macam-macam variabel

  1. Variabel Independen atau variabel bebas, adalah variabel yang menjadi sebab timbulnya variabel dependen atau terikat.
  2. Variabel dependen atau variabel terikat, adlah variabel yang merupakan akibat atau pengaruh dari variabel bebas.
  3. Variabel moderat, adalah variabel yang mempengaruhi hubungan antara variabel independen.
  4. Variabel intervening, adalah variabel yang secara teoriitis mempengaruhi hubungan antara variabel dependen dan variabel independen.
  5. Variabel kontrol, adalah variabel yang dikendalikan sehingga peneliti dapat melakukan penelitaian yang bersiafat membandingkan.
  1. Variabel independen dan dependen

            Untuk dapat menentukan mana variabel independent, dan dependen atau variabel yang lain, harus ada konsep teoritis maupun hasil pengamatan yang mendasar. Untuk itu sebelum peneliti memilih variabel apa yang akan diteliti, perlu melakukan studi pendahuluan terlebih dahulu pada objek yang akan diteliti.

  1. Variabel moderator

            Variabel moderator adalah jenis kelamin. Jadi, jenis kelamin inilah yang memperlemah hubungan variabel independent dan dependen. Dalam hal ini umur juga dapat sebagai variabel moderator.

  1. Variabel intervening

            Variabel intervening adalah variabel yang memperlemah atau memperkuat hubungan antara variabel independent dengan variabel dependen, tetapi bersifat teoritis, sehingga dapat diukur.

  1. Variabel kontrol

            Variabel ini ditetapkan oleh peneliti, jika peneliti ingin melakukan penelitian yang bersifat membandingkan.

  1. Hipotesis

            Secara etimologis hipotesis berasal dari dua kata yaitu “hypo” di bawah atau kurang dan “thesa” artinya kebenaran atau pendapat. Jadi, hipotesis adalah suatu kebenaran yang masih belum final, harus dibuktikan kebenarannya.

            Pembentukan hipotesis tidak berarti bahwa hubungan antara variabel variabel yang diharapkan merupakan suatu fakta agar hipotesisnya diterima atau terbukti misalnya dengan cara mengubah data yang diperoleh di lapangan.

Manfaat hipotesis dalam suatu penelitian:

  1. Memberikan tujuan yang jelas bgi peneliti
  2. membantu untuk menentuakan arah yang harus ditempuh
  3. menghindarkan pengumpulan data yang tidak ada hubungannya dengan penelitian.

Walaupun hipotesis sangat penting, tidak swemua penelitian harus berhipotesis.

Baca Juga :