Kesimpulan

Kesimpulan

  1. Hak Tanggungan itu merupakan lembaga hak jaminan kebendaan atas hak atas tanah beserta benda-benda berkaitan dengan tanah yang merupakan satu kesatuan dengan tanah untuk pelunasan utang tertentu, yang memberikan kedudukan yang diutamakan kepada kreditor tertentu kepada kreditor pemegang Hak Tanggungan terhadap kreditor-kreditor lain.
  2. Asas-asas hak tanggungan antara lain:Asas driot de preference, Hak tanggungan tidak dapat di bagi, Hak tanggungan hanya dibebankan pada hak atas tanah yang telah ada, Hak tanggungan dapat dibebankan selain atas tanahnya juga benda-benda yang berkaitan dengan tanah tersebut, Hak tanggungan dapat dibebankan juga atas benda-benda yang berkaitan dengan tanah yang baru akan ada di kemudian hari dan lain-lain.
  3. Ciri-ciri Hak Tanggungan sebagai lembaga hak jaminan atas tanah yang kuat, yaitu
  4. Memberikan kedudukan yang diutamakan  atau mendahulu kepada pemegangnya.
  5. Selalu mengikuti objek yang dijaminkan dalam tangan siapa pun objek itu berada.
  6. Memenuhi asas spesialitas dan publisitas dapat mengikat pihak ketiga dan memberikan kepastian hukum kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
  7. Mudah dan pasti pelaksanaan eksekusinya
  8. Beberapa dasar terhadap hak tanggungan yaitu:Disesuaikan dengan perkembangan ekonomi, Dimunkinkan adanya hak tanggungan atas hak pakai atas tanah, Pemberlakuan prinnsip pemisahan horizontal antara tanah dengan segala sesuatu yang ada di atasnya, Ketegasan tentang puasa pembebanan hak tanggungan (SKPHT), Penyusutan hak tanggungan sesuai dengan penyusuatn jumlah hutang,  Penjualan objek hak tanggungan yang beragam.
  9. Hak objek tanggungan artinya  terhadap benda atau hak apa saja dapat dikaitkan dengan hak tanggungan.
  10. Tatacara pemberian hak tanggungan di atur dalam pasal 10 dan 15 UU No.4 tahun 1996.
  11. Akat pemberian hak tanggungan berisikan hal-hal yang biasa dalam suatu akta seperti identitas dan domisili para pihak, penyebutan tentang hutang yang dijamin, penyebutan tentang objek hak tanggungan atau penyebutan nilai tanggunagan.
  12. Kewajiban pendaftaran hak tanggungan sangat diperlukan mendapatkan kepastian hukum, dan memenuhi unsur publisitas,
  13. Beberapa model eksekusi hak tanggungan antara lain: Eksekusi dengan jalan mendaku, Eksekusi dengan jalan menjual bawah tangan secara langsung, Eksekusi dengan jalan menjual lelang sendiri oleh kreditornya tanpa ikut campur tangan kantor lelang, Eksekusi dengan jalan menjual lewat kantor lelang tanpa perlu campur tangan pengadilan, Eksekusi secara fiat eksekusi melalui pengadilan (dengan memnggunakan kekuatan irah-irah dan sertifikat hepotek, Eksekusi dengan jalan gugatan perdata biasa melalui pengadilan.
  14. Pasal 18 dinyatakan hapusnya hak tanggungan dikarenakan hal-hal berikut ini:Hapusnya piutang yang dijamin, sebagai konsekuensi sifat accessoir hak tanggungan, Dilepasnya hak tanggungan oleh kreitur pemegang hak tanggungan, Pemberihan hak tanggungan berdasarkan penetapan ketua pengadilan negeri atas permohonan pembeli objek hak tanggungan, Hapusnya hak atas tanah yang dijadikan jaminan