Kisah Hari Senin

Kisah Hari Senin

Kisah Hari Senin

Kisah Hari Senin
Kisah Hari Senin

Kejadian atau Peristiwa

Banyak kejadian dan peristiwa pada hari Senin. Yang membahagiakan, yang memilukan, dan yang mengherankan. Pada hari Senin kekasih tambatan hati, pemberi syafaat dunia dan akhirat lahir kedunia. Rosululloh Muhammad SAW lahir pada hari Senin, tepatnya pada malam Senin (menjelang fajar Shubuh), tanggal 12 Robi’ul Awwal tahun 571 Masehi.

Dan pada hari Senin pula Rosululloh SAW wafat, bertepatan tanggal 13 Robi’ul Awwal. Dalam kitab “Nihayatuz Zain” disebutkan, Rosululloh SAW lahir pada hari Senin, diangkat menjadi utusan pada hari Senin, keluar dari gua Tsur menuju Madinah pada hari Senin, sampai di Madinah pada hari Senin dan meninggal dunia pada hari Senin.

Peristiwa Penting

Termasuk peristiwa penting di hari Senin adalah kisah nabi idris diceritakan bahwa pada hari Senin pula seorang hamba Allah yang sangat tekun membaca kitab-kitab-Nya mengalami kejadian luar biasa. Nama aslinya adalah Ukhnukh, keturunan dari Nabi Syits AS bin Nabi Adam AS, dan merupakan kakek dari Ayahnya Nabi Nuh AS. Beliau merupakan orang pertama yang menulis dengan pena, orang pertama yang menjahit pakaian, orang pertama yang membuat senjata, orang pertama yang memerangi orang-orang kafir dan pencetus ilmu hisab dan perbintangan. Kegemarannya membaca kitab Allah, sehingga diberi gelar atau sebutan Idris.

Nabi Idris setiap hari selalu menjalankan puasa dan menjahit baju gamis, setiap memasukan jarum selalu membaca tasbih, dan saat pakaian selesai dijahit maka diberikan kepada pemiliknya tanpa memungut biaya sepeserpun. Siang malam selalu beribadah kepada Allah, tak seorangpun dapat mensifati amaliahnya Nabi Idris. Begitu besarnya amaliah Nabi Idris, sehingga sang malakul maut Izrail rindu ingin bertemu dan bersahabat dengan Nabi Idris AS.

Setelah berkumpul beberapa lama, ahirnya pada suatu hari bertepatan dengan hari Senin, Nabi Idris meminta kepada Malaikat Izrail untuk mencabut nyawanya dan kemudian setelah itu menghidupkannya kembali. Selanjutnya Nabi Idris minta melihat neraka, dan kemudian minta masuk kesurga. Dan untuk selamanya Nabi Idris berada dalam surga.

Nasihat-Nasihat

Dalam sejarah nabi idris beliau diangkat menjadi Rasul ketika berumur 82 tahun. Di antara beberapa nasihatnya ialah:
Kesabaran yang disertai keimanan kepada Allah akan membawa kemenangan.
Orang yang bahagia adalah orang yang mawas diri dan mengharap syafaat Allah dengan amalan-amalan shalehnya.
Jangan bersumpah dalam keadaan kamu berdusta dan jangan menuntut sumpah dari orang yang berdusta supaya kamu tidak menyekutui mereka dalam dosa.
Janganlah mengiri orang yang mujur nasibnya karena mereka tidak tidak akan banyak dan lama menikmati kemujuran nasibnya.
Barangsiapa melewati kesederhanaan (berlebih-lebihan atau berfoya-foya) tidak sesuatupun akan memuaskannya.
Kehidupan orang itu hendaknya mengandung hikmah.

Tafsir Ibnu Hatim

Menurut tafsir Ibnu Hatim, Nabi Idris wafat tatkala berada di langit keempat dan dibawa oleh malaikat. Tersebut dalam suatu ayat: “Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Idris di dalam Al-Qur’an. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang Nabi. Dan kami telah mengangkatnya ke derajat yang tinggi.” (Al-Qur’an Surat Maryam :56-57).

Demikian kisah-kisah di hari Senin mudah-mudahan kita dapat mengambil hikmah dari cerita Nabi Idris ini, dan dapat meneladani nasehat-nasehat Nabi Idris AS. Amiin.

Baca Juga: