Konflik Horizontal

Konflik Horizontal

Keanekaragaman bangsa Indonesia tersebut sangat rawan menimbulkan konflik horizontal. Konflik horizontal tentu saja bertentangan dengan sila kedua pada kekerasan. Namun bangsa Indonesia telah mempunyai pedoman yakni Pancasila. Pancasila merupakan sarana yang ampuh sekali untuk mempersatukan bangsa, sehingga peran Pancasila sangat strategis untuk menjaga kesatuan bangsa.

  1. Paham Radikal

Munculnya ideologi-ideologi baru yang tidak sesuai dengan Pancasila Terutama ideologi-ideologi radikal yang mengatasnamakan agama. Padahal dalam kenyataanya ideologi-ideologi radikal tersebut hanya menggunakan agama sebagai alat. Karena kebanyakan paham-paham di atas menggunakan penafsiran yang salah dan cenderung memaksakan. Contoh saja adalah terorisme. Tentu saja terorisme sangat bertentangan dengan Pancasila dan semua sila-silanya.

  1. Westernisasi

Arus Westernisasi masuk begitu saja tanpa di filter atau disaring terlebih dahulu. Generasi muda lebih tertarik dengan budaya barat yang menurutnya lebih unggul daripada budaya sendiri. Mereka tidak peduli terhadap budaya sendiri yang dianggapnya telah ketinggalan jaman. Ditambah lagi, semakin majunya teknologi informasi yang semakin menggerus batas-batas kebangsaan.

  1. Modernisasi

Berbagai arus modernisasi begitu mudah masuk tanpa disaring terlebih dahulu. Bukan saja westernisasi yang masuk di Indonesia. Budaya Asia Timur, sebut saja budaya Korea dan Jepang juga masuk di Indonesia serta menjadi trendi di kalangan masyarakat, khususnya para remaja. Sebenarnya tidak masalah jika menerapkan budaya Barat maupun budaya Asia Timur (Korea dan Jepang), namun yang diterapkan adalah budaya positifnya.

sumber
https://thesrirachacookbook.com/seva-mobil-bekas/