Literatur Dokumen

Literatur Dokumen

Literatur Dokumen

Literatur Dokumen
Literatur Dokumen

Sulistyo-Basuki (1996) membedakan literatur (dokumen) berdasarkan sifatnya menjadi 3, yaitu

Dokumen tekstual

Dokumen tekstual menyajikan isi lengkap dalam bentuk teks tertulis untuk kemudian dibaca oleh pemakai. Dokumen tekstual meliputi buku, majalah, kumpulan statistik, kartu katalog, dokumen administratif, dokumen perundang-undangan, paten, dan lain – lain.

Dokumen nontekstual

Dokumen nontekstual juga memuat teks tertulis, namun bagian utamanya disajikan dalam bentuk bukan tertulis atau bentuk lain. Bentuk lain yang dimaksud misalnya bentuk gambar, suara dengan tujuan untuk dilihat, didengar, ataupun dimainkan oleh pemakai. Dokumen nontekstual  dapat dibagi menjadi :

  1. Dokumen ikonik, misalnya peta, atlas, lukisan, foto, dan lain – lain.
  2. Dokumen suara berupa rekaman suara, radio, kaset, dan lain – lain.
  3. Dokumen audio visual atau dokumen pandang dengar, misalnya televisi, film, dan video.
  4. Dokumen yang bersifat material, artinya jelas dapat dipegang, diraba, dan dilihat, misalnya bola dunia, karya artistik, monumen, dan lain – lain.

Dokumen campuran

Merupakan dokumen yang menggabungkan dokumen tekstual dan nontekstual menjadi satu dalam membahas sebuah subjek, misalnya buku ajar bahasa Inggris yang dilengkapi dengan kaset.

Jenis literatur menurut isinya, antara lain dikelompokkan sesuai Klasifikasi Desimal Dewey (Dewy Decimal Classification), yaitu

000-099    Karya umum

100-199    Filsafat

200-299    Agama

300-399    Ilmu-ilmu Sosial

400-499    Bahasa

500-599    Ilmu Murni

600-699    Teknologi (Ilmu Terapan)

700-799    Seni, olah raga, hiburan, rekreasi, hobi

800-899    Sastra

900-999    Geografi, kisah perjalanan, sejarah

Sumber : https://www.seputarpengetahuan.co.id/2015/03/18-pengertian-kewirausahaan-menurut-para-ahli.html