Manajemen Dalam Rumah Terhadap Diri Sendiri

 Manajemen Dalam Rumah Terhadap Diri Sendiri

  1. Manajemen diri sendiri sangat penting bagi setiap orang, Karena manajemen diri dapat mengarahkan seseorang agar mampu berfikir terus menerus terhadap kebaikan. Seperti halnya dalam dalam sebuah organisasi, manajemen dalam rumah tangga juga memerlukan visi dan misi bagaimana cara mengatur suatu rumah tangga yang menjadi rumah tangga yang harmonis dan seimbang. Hal yang perlu ditekankan dan diingat adalah :

      Yang pertama adalah baik suami atau istri, orang tua dan anak harus sama–sama mendambakan home sweet home dalam artian sebuah rumah haruslah menjadi suatu tempat yang menyenangkan, tempat melepas beban yang menumpuk sekaligus tempat yang mengasyikkan untuk memikirkan sekaligus memecahkan masalah di luar rumah.

      Yang kedua adalah pembagian kerja setiap anggota keluarga haruslah mempunyai tugas masing – masing. Contohnya setelah bangun pagi, tugas tugas pertama yang dilakukan oleh anak adalah merapikan tempat tidur, sementara ibu adalah memasak dan ayah bertugas untuk menyapu halaman. Dan dengan adanya pembagian tugas ini maka dalam permasalahan dalam rumah tangga akan menjadi teratasi.[2]

      Dengan adanya pembagian tugas serta penjelasan tugas – tugas sudah dijelaskan maka hal terakhir yang harus dilakukan adalah menciptakan suatu tim yang kompak, yang dalam hal ini adalah tim yang bernama keluarga. Sebuah pembagian tugas tidak akan berjalan lancar jika dalam suatu rumah tangga, antara anggota keluarga yang satu dengan yang lainnya tidak kompak atau saling melengkapi satu dengan yang lainnya. Maka dari itu , kekompakan dalam suatu rumah tangga juga sangat menentukan berhasil atau tidaknya manajemen dalam rumah tangga.

Prinsip-prinsip manajemen dalam rumah tangga:

1)      Planning

        Perencanaan diawali dengan mengidentifikasi tugas – tugas, misalnya membagi tugas rumah tangga ke dalam 4 – 5 kategori bisa dikembangkan sesui kebutuhan. Contohnya tugas dapur, tugas pekarangan, tugas cucian. Dari semua tugas yang telah diklasifikasikan tentukan skala proritasnya dalam mengerjaknnya, tugas kurang penting dikerjakan setelah tugas penting selesai, dan tugas tidak penting bisa di tunda.

2)      Organizing

        Bagi pekerjaan sesuai kemampuan. Usahakan yang seimbang, meski untuk urusan pengalihan seperti siapa yang ke kebun karet atau sawit dan siapa yang ke sawah. Tapi juga soal berat ringannya pekerjaan. Ketidak adilan pembagian tugas dapat menjadi pemicu pertengkaran bagi anak. Bagi tugas sesuai kemmapuan masing – masing dan buat komitmen, anda berdua akan melakukannya tanpa rasa jengkel, ingat anda sedang mengelola rumah tangga anda sendiri.

3)      Focus dengan apa yang dikerjakan

        Tidak focus pada pekerjaan adalah pangkal tertundanya semua pekerjaan, di saat anda berniat menyapu , tiba – tiba malah asyik nonton TV . akhirnya semua pekerjaan anda tertunda.

Surat kabar, majalah dan berita – berita dari internet tak perlu harus dipantau setiap saat. Gunakan waktu istirahat sebaik – baiknya. Jangan lupakan pasangan anda dan beri perhatian .

4)      Libatkan anak yang sudah besar

        Jangan beri kesan pada anak bahwa tak ada si mbak dunia kiamat dan anda tampak uring uringan mengerjakan tugas rumah. Libatkan anak yang sudah besar untuk meringankan tugas sesuai dengan kemampuannya. Seperti membereskan mainan, mencuci dan menyimpan sayur dan buah di kulkas, menyiram taman, membereskan tempat tidur, dan memberi makan binatang peliharaan.

sumber ;
https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/seva-mobil-bekas/