Manfaat dan Resiko Mudharabah

Manfaat dan Resiko Mudharabah

Manfaat dan Resiko Mudharabah

Dalam suatu akad tentunya ada suatau manfaat dan juga resiko. Berikut beberapa manfaat dari mudharabah

  1. Bank akan menikmati peningkatan bagi hasil pada saat keuntungan usaha nasabah meningkat.
  2. Pengembalian pokok pembiayaan disesuaikan dengan cash flow/ arus kas usaha nasabah sehingga tidak memberatkan nasabah.
  3. Bank akan lebih selektif dan hati-hati (prudent) mencari usaha yang benar-benar halal, aman, dan menguntungkan karena keuntungan yang konkret dan benar-benar terjadi itulah yang akan dibagikan.

Risiko yang terdapat dalam al-mudharabah, terutama pada penerapannya dalam pembiayaan, relatif tinggi. Diantaranya:

  1. side streaming: nasabah menggunakan dana itu bukan seperti yang disebut dalam kontrak.
  2. Lalai dan kesalahan yang disengaja.
  3. Penyembunyian keuntungan oleh nasabah bila nasabahnya tidak jujur.[6]
  1. Sebab-sebab Batalnya Mudharabah.

Mudharabah  menjadi batal karena hal-hal berikut:

  1. Tidak terpenuhinya syarat sahnya Mudharabah. Apabila terdapat satu syarat yang tidak dipenuhi, sedangkan mudharib sudah terlanjur menggunakan modal Mudharabah untuk bisnis perdagangan, maka dalam keadaan seperti ini mudharib berhak mendapatkan upah atas kerja yang dilakukannya, karena usaha yang dilakukannya atas izin pemilik modal  dan mudharib melakukan suatu pekerjaan yang berhak untuk diberi upah. Semua laba yang dihasilkan dari usaha yang telah dikerjakan adalah hak pemilik modal. Jika terjadi kerugian maka pemilik modal juga yang menanggungnya. Karena mudharib dalam hal ini berkedudukan sebagai buruh dan tidak dapat dibebani kerugian kecuali karena kecerobohannya.
  2. Pengelola atau mudharib  sengaja tidak melakukan tugas sebagaimana mestinya dalam memelihara modal, atau melakukan sesuatu yang bertentangan dengan tujuan akad. Jika seperti itu dan terjadi kerugian maka, pengelola berkewajiban untuk menjamin modal karena penyebab dari kerugian tersebut.
  3. Pengelola meninggal dunia atau pemilik modalnya, maka Mudharabah  akan menjadi batal.Jika pemilik modal yang wafat, pihak pengelola berkewajiban mengembalikan modal kepada ahli waris pemilik modal serta keuntungan yang diperoleh diberikan kepada ahli warisnya sebesar kadar prosentase yang disepakati. Tapi jika yang wafat itu pengelola usaha, pemilik modal dapat menuntut kembali modal itu kepada ahli warisnya dengan tetap membagi keuntungan yang dihasilkan berdasarkan prosentase jumlah yang sudah  disepakati. Jika Mudharabah  telah batal, sedangkan modal berbentuk ‘urudh (barang dagangan), maka pemilik modal dan pengelola menjual atau membaginya, karena yang demikian itu merupakan hak berdua. Dan jika si pengelola setuju dengan penjualan, sedangkan pemilik modal tidak setuju, maka pemilik modal dipaksa menjualnya, karena si pengelola mempunyai hak di dalam keuntungan dan dia tidak dapat memperolehnya kecuali dengan menjualnya. Demikian menurut madzhab Asy Syafi’i dan Hambali.[7]

Perhitungan bagi hasil untuk Tabungan Mudharabah.

Perhitungan bagi hasil tabungan dilakukan berdasarkan besarnya dana investasi rata-rata selama satu periode perhitungan bagi hasil dimana dana rata-rata tersebut di hitung dengan menjumlahkan saldo harian setiap tanggal di bagi dengan hari periode perhitungan bagi hasil.

Periode perhitungan bagi hasil tersebut tidak harus sama dengan jumlah hari bulan yang bersangkutan,jumlah hari dalam periode perhitungan bagi hasil dihitung mulai tanggal awal periode(satu hari setelah tanggal tutup buku/perhitungan bagi hasil yang lalu) sampai dengan tanggal tutup buku atau perhitungan bagi hasil.

Perhitungan saldo rata-rata dapat dilakukan dengan mempergunakan rumus :

      A1+a2+a3+………….+an     90.000.000  = 3.000.000

Jumlah hari periode  perhitungan          30               

Misalnya indikasi rate bagi hasil untuk kelompok tabungan pada periode tersebut sebesar 6% dan hari bagi hasil 30 hari maka perhitungan bagi hasil tabungan tersebut adalah

3.000.0000 x 30x 6 = 88,77

      365 x 100

Deposito Mudharabah

      Deposito adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu menurut perjanjian antara penyimpan dengan bank yang bersangkutan

sumber :
https://www.makassartv.co.id/hotel-transylvania-2-apk/