Manfaat Penelitian

Manfaat Penelitian

  1. Manfaat teoretis, menjelaskan dalil, kaidah (kalau bisa), minimal prinsip yang diharapkan dihasilkan dari penelitian tersebut. Hasilnya harus secara eksplisit dinyatakan dalam bab kesimpulan.
  2. Manfaat praktis, menjelaskan kemungkinan digunakan hasil penelitian oleh pihak-pihak tertentu. Hasilnya secara eksplisit dinyatakan dalam rekomendasi.[20]
  3. Hipotesis Penelitian (Jika Ada)

Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah atau submasalah yang diteliti, dijabarkan dari landasan teori tetapi harus diuji kebenarannya. Diterima atau ditolak. Hipotesis dibuat dalam penelitian analisis, dalam penelitian deskriptif tidak perlu dibuat. Hipoteisis dirumuskan dalam kalimat afirmatif.[21]

Dalam metode campuran (mixed methods) hopotesis juga harus dipersiapkan dan dirancang memang untuk hipotesis penelitian campuran.[22]

  1. Asumsi Penelitian (Jika Ada)

Asumsi merupakan titik pangkal dalam penelitian tesis. Asumsi dapat berupa teori, evidensi, atau pemikiran peneliti sendiri, yang tidak perlu dibuktikan lagi kebenarannya minimal dalam kaitan dengan masalah yang diteliti. Asumsi merupakan landasan bagi hipotesis, dan dirumuskan dalam kalimat deklaratif.[23]

  1. Ruang Lingkup Penelitian

Sub bagian ini diperuntukan bagi penelitian yang menggukan pendekatan kuantitatif disamping itu juga bisa diterapkan bagi yang menggunakan metode campuaran. Maksudnya adalah memberikan gambaran dari jabaran variabel hingga membentuk indikator dari masing-masing variabel yang secara teoritis dapat dipertanggung jawabkan. Untuk itu, pada bagian ini hendaknya disajikan tabel tentang jabaran variabel, jika memungkinkan jabaran sub variabel, dan indikator fariabel penelitian. Disamping jabaran variabel hingga indikator variabel penelitian. Pada bagian ini juga dikemukakan lokasi penelitian beserta diskripsi dari populasi atau subyek penelitian.[24]

  1. Orisinalitas Penelitian

Bagian ini menyajikan pebedaan dan persamaan bidang kajian yang diteliti antara peneliti dengan peneliti-peneliti sebelumnya. Hal demikian diperlukan untuk menghindari adanya pengulangan kajian terhadap hal-hal yang sama. Dengan demikian akan diketahui sisi-sisi apa saja yang membedakan antara penelitian kita dengan penelitian-penelitian terdahulu. Dalam bagian ini akan lebih mudah dipahami, jika peneliti menyajikan dalam bentuk tabel.[25]

 

baca juga :