Masa Depan Serba Digital Otomatis Terkoneksi

Masa Depan Serba Digital Otomatis Terkoneksi

Masa Depan Serba Digital Otomatis Terkoneksi

Masa Depan Serba Digital Otomatis Terkoneksi

LAS VEGAS – Seperti apakah kehidupan manusia masa depan?

Jawabnya, kondisi serba digital, terkoneksi internet, dan otomatis akan mewarnai perilaku anak Adam dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Gambaran skenario masa depan ini tertangkap dari berbagai teknologi baru yang diluncurkan pada Consumer Electronics Show (CES) International 2020 yang digelar Asosiasi Teknologi Konsumen (CTA) di Las Vegas Convention Center, Las Vegas, Amerika Serikat (AS) baru-baru ini.

Beberapa teknologi masa depan yang diperkirakan menjadi tren ke depan antara lain

mobil, televisi, gagang pintu yang terkoneksi internet; robot cerdas yang memiliki kemampuan menganalisa lingkungan dan bereaksi terhadap aksi manusia dalam waktu nyata; jam tangan yang mampu mendeteksi kondisi kesehatan pengguna. Khusus yang terakhir ini, sejumlah produsen seperti Huami, Withings, Diesel dan Suunto merilis berbagai produk barunya.

Baca Juga:

Perkembangan Cepat AI dan IoT Paksa Perusahaan Bertransformasi
Alat Sterilisasi Alkohol Bisa Hancurkan Lapisan Luar Virus

Para ahli menilai CES merupakan jendela untuk menarik investasi. CES juga menjadi kesempatan bagi pengamat untuk meramalkan inovasi yang populer di masa depan.

Mereka berharap tahun ini asisten virtual kecerdasan buatan (AI), mobil terkoneksi, dan layar lipat akan banyak digunakan di kehidupan sehari-hari.

Pameran teknologi terbaruitu sedikitnya menarik lebih dari 170.000 pengunjung pekan ini. CES yang dilaksanakan sejak 1967 telah menghadirkan sekitar 4.500 partisipan, termasuk perusahaan teknologi besar dari seluruh dunia. Booth mereka membentang dari Las Vegas Convention Center hingga Venetian.

Sebagian besar perusahaan smartphone seperti TCL, Lenovo

, dan Dell juga menunjukkan teknologi layar lipat melalui produknya masing-masing. Lenovo yang sedang gencar mempresentasikan ThinkPadX1 Fold menyatakan smartphone atau tablet dengan layar lipat kemungkinan akan mulai menggalang pasar tahun ini.Bagaimanapun, tidak semua orang optimis dengan prospek layar lipat. Pemerhati teknologi dari Forrester Research, FrankGillett, mengatakan device dengan layar lipat kemungkinan tidak akan sepopuler pendahulunya. Selain memiliki banderol yang relatif mahal, penggunaannya juga masih terbatas.

 

Baca Juga :