Metode-Metode Peramalan

Metode-Metode Peramalan

Mamduh M. Hanafi, (2011:184) mengemukakan beberapa metode yang sering dipakai dalam peramalan.

1)      Metode Kuantitatif

Peramalan metode kuantitatif menggunakan data angka untuk memperkirakan kondisi masa mendatang terdapat dua jenis peramalan kuantitatif yaitu;

  1. a)Time series

Pada time series, kondisi masa lalu diasumsikan akan mempengaruhi kondisi masa mendatang tanpa pengaruh dari luar. Contoh penjualan masa mendatang dalam time series diperkirakan hanya dipengaruhi penjualan masa lalu.

Time series bermanfaat apabila manajer mempunyai data yang cukup banyak dan polo pergerakan variabel relatif stabil. Metode tersebut dikerjakan dengan mengurutkan data berdasarkan urutan waktu, kemudian memperkirakan kondisi mendatang. Time series relatif sederhana dan cocok umtuk analisis data time series yang stabil dan tidak mempunyai fluktasi trend atau musiman yang cukup besar. Ada beberapa cara untuk meramalkan data time series, yaitu metode rata-rata bergerak dan metode penghalusan eksponensial.

  1. b)Causal forecasting

Causal forecasting, faktor-faktor lain diperkirakan akan mempengaruhi suatu variabel (Mamsuh M. Hanafi, 2011:185). Contoh penjualan masa mendatang dalam causal forecasting diperkirakan dipengaruhi oleh  faktor lain yaitu promosi, jumlah sales, dan kondisi perekonomian.

Causal forecasting atau sebab akibat diasumsikan tidak ada faktor-faktor diluar sistem yang mempengaruhi variabel yang diramal. Dalam Causal forecasting, faktor-faktor diluar sistem diasumsikan mempengaruhi variabel yang diamati. Causal forecasting terdiri atas metode regresi dan metode ekonometri.

2)      Metode Kualitatif

Peramalan kuantitaif menggunakan pertimbangan serta pengetahuan dan pengalaman individu atau kelompok, bukannya menggunakan analisis mayematika dan statistik yang cangkih ada beberapa metode peramalan yang dibicarakan berikut ini.

  1. a)Metode pendapat Kelompok Eksekutif (Jury of Executive Opinion Method)

Dalam metode ino, manajer dikumpulkan dan dimintai pendapatnya mengenai penjualan dimasa mendatang. Pendapat yang dihasilkan merupakan gabungan pendapat-pendapat individu (Mahduh M. Hanafi, 2011: 190).

  1. b)Metode Delphi

Delpi merupakan salah satu kota di Yunani dan juga orang suci (oracle). Metode Delphi berusaha mencari pendapat ahli mengenai topik tertentu dengan tujuan ingin memperoleh pandangan topik tertentuk dengan tujuan ingin memperoleh pandangan terhadap kejadian dimasa mendatang.

  1. c)Sales-force-composition

Dalam metode ini, salesaman organisasi digunakan. Salesman melakukan kontak langsung dengan konsumen dan dapat menggunakan kontak sebagai dasar prediksi penjualan di masa mendatang.

  1. d)Analisis multi Kriteria atau Analisis Multiatribut analisis ini ditunjukan untuk mencegah kecenderungan manusia yang memfokuskan pada satu alternatif saja yang paling menarik, dan melupakan atribut lainnya yang penting. Keputusan untuk memilih lokasi pabrik barangkali didominasi oleh pemilihan lokasi saja, meskipun sebenarnya faktor lain seperti jarak dengan bahan mentah/pasa dan tenaga kerja disekktarnya mempunyai pengaruh yang penting juga. Untuk mengurangi kecrnderungan semacam ini, organisasi dapat mengembangkan analisis multikriteria.
  2. e)Evaluasi Pelanggan

Evalusi            tersebut lebih dari analisis kelompok salesman dan dilakukan dengan mengumpulkan data langsung dari pelanggan. Pelanggan memberi informasi kebutuhan barang dan jasayang  diproduksi organisasi di masa mendatang. manajer kemudian menggabungkan, menginterprestasikan, dan bertindak atas dasar informasi tersebut. Metode tersebut mempunyai kelemahan yaitu pelanggan tidak begitu tertarik memberi jawaban sehingga mereka dapat asal menjawab dan pelanggan baru (calon pelanggan) tidak masuk dalam analisis tersebut. Memilih model peramalan sama pentingnya dengan mengaplikasikan model tersebut. Beberapa model mempunyai kelebihan untuk situasi tertentu.

sumber :
https://apartemenjogja.id/battle-bros-apk/