METODE PEMBELAJARAN AKIDAH AHLAK

METODE PEMBELAJARAN AKIDAH AHLAK

Setiap pengajaran diperlukan metode-metode agar tujuan pendidikan dapat dicapai dengan baik. Dalam hal ini metode pengajaran aqidah akhlak kami bagi menjadi dua bagian. Metode pengajaran akidah itu banyak, antara lain :

  1. Metode ceramah
  2. Metode ceritaMetode tanya jawab
  3. Metode widya wisata
  4. Metode bermain peran
  5. Metode demonstrasi
  6. Metode latihan sosio drama
  7. Metode diskusi

Metode-metode tersebut yang paling banyak dipakai dalam pengajaran akidah antara lain, metode cerita, ceramah, dan tanya jawab, disamping metode sosio drama, demonstrasi, dan metode bermain peran.

  1. a) Metode bercerita dicantumkan sebagai alternative pada hampir semua pokok bahasan, karena selain aspek kognitif tujuan bidang studi ini adalah aspek afektif yang secara garis besar berupa tertanamnya akidah islam dan pengalamannya dalam kehidupan sehari-hari yang memiliki nilai-nilai akhlak yang mulia. Seperti contoh: kisah Luqman al Hakim dengan putranya, dimana seorang ayah mengajarkan akidah kepada putranya dengan bersyukur kepada Allah Swt, jangan syirik (menyekutukan) Allah Swt dan bersyukur kepada ayah dan ibu dengan berbakti atau tawadlu’ kepada kedua orang tuanya.
  2. b)      Metode ceramah adalah metode pembelajaran yang dilakukan dengan menyampaikan pesan dan informasi secara satu arah lewat suara yang diterima melalui indera telinga. Metode ceramah disebut metode mau’idhoh hasanah dengan bilisan agar dapat menerima nasihat-nasihat atau pendidikan yang baik. Sepeerti yang dilakukan Nabi Muhammad Saw kepada umatnya, yaitu untuk beriman kepada Allah Swt dan Rasulullah Saw.
  3. c) Metode Tanya jawab bertujuan agar anak didik memiliki kemampuan berfikir dan dapat mengembangkan pengetahuan yang berpangkal pada kecerdasan otak dan intelektualitas. Ini merupakan tujuan dalam aspek kognitif. Didalam pengajaran aqidah dapat dicontohkan, seperti: dialog atau tanya jawab antara Nabi Ibrahin as dengan umatnya. Dengan cara seperti itu akan menghasilkan nilai-nilai yang berhubungan tingkah laku. Dengan partisifasi aktif seseorang akan dapat menilai yang baik dan yang buruk dan kemudian dapat mengambil manfaat didalam kehidupan sehari-hari yang dapat mendatangkan kebaikan atau kebahagiaan.

Penggunaan Tanya jawab bertujuan mengetahui sejauhmana tingkat pemahaman siswa terhadap materi pelajaran yang telah disampaikan oleh guru. Selain itu dengan adanya tanya jawab tersebut akan merangsang siswa untuk berfikir dan diberi kesempatan untuk mengajukan masalah yang belum dipahami.

Metode Tanya jawab atau dialogis ini, mencerminkan dan melahirkan sikap saling keterbukaan antara guru dan siswa dalam penerapan metode ini pikiran, kemauan, perasaan dan ingatan serta pengamatan terbuka terhadap ide – ide baru yang ditimbulkan dalam pembelajaran tersebut.

  1. d) Metode sosiodrama, digunakan dalam pokok bahasan:

ü  Adat disekolah, mengujungi orang sakit, ta’ziyah dan jiarah kubur.

ü  Kisah siti Mashitoh, Abu bakar Assidiq, Umar bin khatab, Bilal bin    Rabbah dan lain sebagainya.

  1. e) Metode demonstrasi adalah penyajian bahan pelajaran oleh guru atau instruktur kepada siswa dengan menunjukkan urutan prosedur pembuatan sesuatu untuk mencapai tujuan pembelajaran. Metode demonstrasi dipergunakan dalam pokok bahasan:

ü  Sifat-sifat Allah dan sifat-sifat Rasulullah

ü  Akhlak terpuji, akhlak tercela dan sebagainya.

  1. f)  Metode bermain peran, dipergunakan dalam pokok bahasan

ü  Berbakti kepada ayah dan ibu.

ü  Adab makan dan minum.

ü  Adab kepada guru, orang yang tua, teman dan sebagainya.

sumber :
https://www.dosenmatematika.co.id/seva-mobil-bekas/