Naik Pangkat, OVO Kini Jadi Startup Unicorn Kelima dari Indonesia

Januari 21, 2020 by Tidak ada Komentar

Naik Pangkat, OVO Kini Jadi Startup Unicorn Kelima dari Indonesia

Naik Pangkat, OVO Kini Jadi Startup Unicorn Kelima dari Indonesia

Naik Pangkat, OVO Kini Jadi Startup Unicorn Kelima dari Indonesia

Daftar startup yang menyandang gelar unicorn dari Indonesia bertambah satu lagi. Platform layanan pembayaran dan dompet digital, OVO dipastikan naik pangkat dan menyandang status bergengsi sebagai startup unicorn kelima dari Indonesia.

Kepastian naiknya OVO menjadi startup unicorn ini di sampaikan langsung

oleh Menteri Komunikasi dan Informatika ( Menkominfo) Rudiantara padasaat gelaran SiberKreasi di Jakarta, beberapa waktu yang lalu.
Muat Lebih

Makin Mudah, Kirim DM Instagram Kini Bisa Lewat DesktopArti PO Saat Belanja di Online ShopBeberapa Istilah Populer di WhatsApp yang Harus Kalian Tahu

“Saya sudah bicara dengan founder-nya, dan memang iya (sudah jadi unicorn). Makanya saya berani bicara setelah saya konfirmasi,” ujar Rudiantara, seperti dikutip dari laman Antara, Senin (7/10/2019).
Baca Juga : Ingin Masa Depan Cerah, Pilihlah Profesi Digital Forensik

OVO yang merupakan penyedia layanan pembayaran elektronik besutan Grup Lippo, saat ini ditaksir memiliki valuasi sebesar 2,9 miliar dollar AS atau sekitar Rp 41 triliun oleh firma analis perusahaan CB Insight.

Valuasi dengan nilai tersebut, menurut CB Insight, sudah dicapai sejak 14 Maret 2018

oleh perusahaan yang kini dinahkodai oleh Karaniya Dharmasaputra sebagai Presiden Direktur PT Visionet Internasional (OVO).

Ovo sendiri saat ini menjadi salah satu layanan dompet digital yang masuk dalam daftar 5 besar aplikasi di Indonesia yang bergerak di sektor pembayaran digital, menurut survei iPrice Group.

Dengan masuknya OVO dalam jajaran startup Uniocorn tanah air, maka platform yang identik dengan warna ungu tersebut menjadi startup kelima dari Indonesia yang digelari sebagai “unicorn”.
Baca Juga : Maxim, Ojek Online Asal Rusia Siap Tantang Gojek dan Grab

Dimana, untuk bisa memperoleh gelar ini mengacu pada valuasi perusahaan

yang berada di atas nilai 1 miliar dollar AS. Keempat unicorn lainnya yang sudah lebih dulu menyandang predikat ini adalah Gojek, Bukalapak, Tokopedia, dan Traveloka.

Dari kelima startup unicorn ini, untuk saat ini startup besutan Nadhiem Makarim memegang valuasi yang paling tinggi dengan nilai di atas 10 miliar dollar AS, sehingga dengan nilai valuasi yang cukup fantantis tersebut GoJek kini juga sudah menyandang gelar lain sebagai “startup decacorn” satu-satunya dari Indonesia.

Dengan masuknya OVO dalam jajaran startup unicorn tanah air, ini sesuai dengan target Kemkominfo yang menargetkan akan ada lima unicorn dari Indonesia pada 2019 ini.

 

Sumber :

https://id.karinov.co.id/2020/01/fungsi-fakta-ilmiah-teks-eksplanasi.html