Pengertian Metode Dakwah

 Pengertian Metode Dakwah

Dakwah berarti memanggil, mengajak, atau menyeru. Menurut Muhammad al-Wakil dalam Ushuhlu ad-Dakwah Waadabu ad-Duat, dakwah artinya “mengumpulkan manusia dalam kebaikan dan menunjukan mereka kepada jalan yang benar dengan cara amar ma’ruf nahi munkar.” Sandaran dari pendapat ini merujuk pada firman Allah Swt yang berbunyi:[1]

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang mengajak kepada kebaikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung,” (QS Ali Imran :104).[2]

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk” (QS an-nahl:125).[3]

Metode dakwah adalah cara mencapai tujuan dakwah, untuk mendapatkan gambaran tentang prinsip-prinsip metode dakwah dengan cara lisan, perbuatan, dan sikap yang harus di lakukan oleh setiap orang.[4]

Dari Abu Hurairah  bahwa Rasulullah  bersabda : ” Barangsiapa menyeruh kepada petunjuk, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikuti petunjuknya, tidak mengurangi sedikitpun pahala mereka karenanya, dan barangsiapa mengajak kepada kesesatan maka baginya dosa seperti dosa orang yang mengikutinya tidak mengurangi dosa mereka sedikitpun karenanya“. (HR. Muslim).[5]

الْإِيمَانِ أَ ضْعَفُ وَذَلِكَ فَبِقَلْبِهِ يَسْتَطِعْ لَمْ فَإِنْ فَبِلِسَانِهِ يَسْتَطِعْ لَمْ فَإِنْ بِيَدِهِ فَلْيُغَيِّرْهُ مُنْكَرًا مِنْكُمْ رَأَى مَنْ

“ Siapa di antara kamu melihat kemunkaran, ubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu, ubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu, ubahlah dengan hatinya, dan yang terakhir inilah selemah-lemah iman.” (H.R. Muslim).

Hadits di atas menunjukkan perintah kepada umat Islam untuk mengadakan dakwah sesuai dengan kemampuan masing masing. Apabila seorang muslim mempunyai kekuasaan tertentu maka dengan kekuasaannya itu ia diperintah untuk mengadakan dakwah. Jika ia hanya mampu dengan lisannya maka dengan lisan itu ia diperintahkan untuk mengadakan seruan dakwah, bahkan sampai diperintahkan untuk berdakwah. dengan hati, seandainya dengan lisan pun ternyata ia tidak mampu.

Keterangan yang dapat diambil dari pengertian ayat Al-Qur’an dan hadits nabi di atas adalah bahwa kewajiban berdakwah itu merupakan tanggung jawab dan tugas setiap muslim di manapun dan kapanpun ia berada. Tugas dakwah ini wajib dilaksanakan bagi laki-laki dan wanita Islam yang baligh dan berakal. Kewajiban dakwah ini bukan hanya kewajiban para ulama, tetapi merupakan kewajiban setiap insan muslim dan muslimat tanpa kecuali. Hanya kemampuan dan bidangnya saja yang berbeda, sesuai dengan ukuran dan kemampuan masing-masing.

sumber :

https://goodluckdimsum.com/soccer-revolution-apk/