Penjelasan Mengenai Filsafat dan Agama

Penjelasan Mengenai Filsafat dan Agama

Penjelasan Mengenai Filsafat dan Agama

Penjelasan Mengenai Filsafat dan Agama
Penjelasan Mengenai Filsafat dan Agama

Perkembangan filsafat islam

Pada kenyataannya filsafat islam mampu bersaig dengan filsafat barat dari kedua filsafat ini bertambah dengan kajian yahudi, maka tersusunlah sejarah pembahasan teoritis filsafat islam dengan klasik. Kebudayaan islam menembus berbagai macam gelombang, ia bergumul dan berinteraksi. Ini melahirkan pemikira-pemikiran baru maka satu ide dapat dbahas oleh banyak orang dan tidak lama segera tampil di atas prakarsa mereka di dalam berbagai macam fenomena. Seorang filsuf berhak mengambil sebagian bandangan orang lain, tetapi hal itu tidak menghalangi untuk membawa teori-teori dan filsufnya sendiri

v Hubungan filsafat islam dengan filsafat modern

Di dalam studi ini terdapat factor-faktor yang memastikan batas korelasi filsafat islam dengan pemikiran filsuf modern dan hubungan lingkaran sejarah satu sama lain. Jika berbicara tentang bukti adanya korelasi antara filsuf barat, modern dan pertengahan. Batas kepengaruhan filsafat pertengahan filsafat islam, yaitu terdapat pola titik persamaan. Dalam kesamaan pemikiran dan pandangan-pandangan itu terdapat factor-faktor yang membawa antara pemikiran-pemikiran tersebut terdapat semacam hubungan nasab dan kekerabatan. Hubungan kekerabatan dalam pembahasan ini tidak tampak sekarang, maka dalam studi yang lebih mendalam terdapat bukti-bukti yang menyingkapp dan menginformasikannya.

v Filsafat islam sebagai ilmu

Dikatakannya filsafat islam sebagai ilmu karena di dalam filsafat mengandung pernyataan ilmiah, yaitu bagaimanakah, mengapakah, dan apakah.

Jawaban yang diperoleh ada tiga jenis pengetahuan, yaitu sebagai berikut :
Pengetahuan yang timbul dari pedoman yang selalu berulang-ulang. (kebiasaan)
Pengetahuan yang timbul dari pedoman yang terkandung dalam adapt istiadat / kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat.
Pengetahuan yang timbul dari pedoman yang dipakai (hokum) sebagai suatu hal yang dijadikan pegangan.
Berfikir secara filsafat diartikan sebagai berfikir yang sangat mendalam sampai kepada hakikat, atau berfikir secara global (menyeluruh) atau berfikir yang dilihat dari berbagai sudut pandang, pemikiran atau sudut pandang ilmu pengetahuan, hal itu harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
Harus sistematis. Pemikiran yang sistematis ini dimaksudkan untuk menyusun suatu pola pengetahuan yang rasional.
Harus konseptional.

Istilah Konsepsional

Secara umum istilah konsepsional berkaitan dengan ide 9gambaran yagn melekat pada akal pikiran, yang berbeda dalam intelektual)
Harus koheren, koheren atau tuntut adalah unsure-unsur yang tidak boleh mengandung uraian-uraian yang bertentangan satu sama lain.
Harus rasional, rasional adalah berfikir dengan menggunakan unsure-unsur secara logis
Harus sinoptik. Artinya pemikiran filsafat harus melihat hal-hal menyeluruh atau dalam kebersamaan secara integral.
Harus mengarah kepada pandangan dunia. Maksudnya adalah pemikiran sebagai upaya untuk memahami semua realitas kehidupan degan jalan menyusun suatu.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/khutbah-hari-raya-idul-fitri-menjaga-hati-tiga-pesan-ramadhan/