PERAN ILMU SOSIAL PROFETIK PADA ERA GLOBALISASI

PERAN ILMU SOSIAL PROFETIK PADA ERA GLOBALISASI

PERAN ILMU SOSIAL PROFETIK PADA ERA GLOBALISASI

Dengan ilmu sosial profetik yang kita bangun

dari ajaran Islam sebagaimana  tersaebut diatas, kita tidak perlu takut atau khawatir terhadap dominasi sains barat dan arus globalisasi yang terjadi saat ini. Islam selalu membuka diri terhadap seluruh warisan peradaban. Islam adalah sebuah paradigma terbuka.

Sejak beberapa abad yang lalu Islam mewarisi tradisi sejarah dari seluruh warisan perdaban manusia. Kita tidak membangun dari ruang yang hampa. Hal demikian dapat dipahami dari kandungan al-maidah ayat 3 yang artinya:pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepada ni’kmat –Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. kata telah Ku-sempurnakan agama-Ku.

Yang mengandung arti bukan membuat yang baru atau membangun dari ruang hampa melainkan dari bahan-bahan yang sudah ada.hal demikian dapat dilihat dari kenyataan sejarah. Semua agam dan peradaban mengalami proses, meminjam dan memberi dalam interaksi mereka satu sam alin sepanjang sejarah.

Dalam bidang ilmu pengetahuan dan tehnologi (iptek) Islam bukanlah agama tertutup. Islam adalah sebuah paradigma terbuka, sebagai mata rantai peradaban dunia. Islam mewarisi peradaban yunani dan romawi dibarat, dan peradaban Persia, India dan China di Timur. Ketiaka abad VIII-XV peradaban barat dan timur tenggelam dan menjalani kemerosotan, Islam bertindak sebagai pewaris utamanya untuk kemudian diambil ahli oleh barat sekarang melalui renaissans. Islam jadi mata rantai yang penting dalam sejarah perdaban dunia.

Islam mengembangkan matematika india ilmu kedokteran dari cina, system pertahanan sasanid, logika yunani, dan sebagainya. Namun dalam proses penerimaannya itu terdapat dialetktika internal misalnya untuk bidang-bidang pengkajian tertentu Isslam menolak bagian logika yunani yang sangat rasional, diganti dengan cara berpikir intuitif yang menekankan rasa seperti yang dikenal dengan tasawuf.

Al-qur’an sebagai sumber utama ajaran islam diturunkan bukan dalam ruang hampa, melainkan dalam setting sosial aktual. Respon normatifnya merefleksikan kondisi sosial aktual itu, meskipun jelas, bahwa Al-qur’an memiliki cita-cita sosial tertentu.Bukti sejarah memperlihatkan bahawa sejak kelahirannya lima belas abad yang lalu Islam telah tampil sebagai agama terbuka akomodatif. Serta berdampingan dengan agama, kebudayaan, dan perbedaan lainnya tetapi dalam waktu bersamaan Islam juga tampil memberikan kritik, perbaikan, bahkan penolakan dengan cara-cara yang amat simpatik dan tidak menimbulkan gejolak sosial yang berwawasan profetik Islam siap memasuki era globalisasi yang ditandai dengan adanya perubahan bidang ekonomi, thenologi,sosial,informasi, dan sebagainya akan dapat diambil dengan sebaik-baiknya. Islam mempunyai perhatian dan kepedulian yang tinggi terhadap masalah sosial. Untuk itu maka kehadiran ilmu sosial yang hanya membicarakan tentang manusia tersebut dapat di akui oleh Islam mempunyai pandang yang khas tentang ilmu sosial yang di kembangkan yaitu ilmu sosial profetik yang dibangun dari ajaran Idan di\arahkan untuk humanisasi, liberalisasi, dan transedensi.


Sumber: https://ntclibya.com/follow-chess-apk/