Perang Badr dan Perang Uhud

Perang Badr dan Perang Uhud

Perang Badr dan Perang Uhud

Perang Badr dan Perang Uhud
Perang Badr dan Perang Uhud

Perang Badr

Perang Badr yang ialah perang antara kaum muslimin Madinah dan kaun musyrikin Quraisy Mekah terjadi pada tahun 2 H. Perang ini ialah puncak dari serangkaian pertikaian yang terjadi antara pihak kaum muslimin Madinah dan kaum musyrikin Quraisy. Perang ini berkobar sehabis aneka macam upaya perdamaian yang dilaksanakan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam gagal.

Tentara muslimin Madinah terdiri dari 313 orang dengan perlengkapan senjata sederhana yang terdiri dari pedang, tombak, dan panah. Berkat kepemimpinan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam dan semangat pasukan yang membaja, kaum muslimin keluar sebagai pemenang. Abu Jahal, panglima perang pihak pasukan Quraisy dan musuh utama Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam semenjak awal, tewas dalam perang itu. Sebanyak 70 tewas dari pihak Quraisy, dan 70 orang lainnya menjadi tawanan.

Di pihak kaum muslimin, spesialuntuk 14 yang gugur sebaga syuhada. Kemenangan itu sungguh ialah pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta’ala (QS. 3: 123).
Orang-orang Yahudi Madinah tidak senang dengan kemenangan kaum muslimin. Mereka memang tidak pernah sepenuh hati mendapatkan perjanjian yang dibuat antara mereka dan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam dalam Piagam Madinah.

Sementara itu, dalam menangani problem tawanan perang, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam memutuskan untuk membebaskan para tawanan dengan tebusan sesuai kemampuan masing-masing. Tawanan yang pintar membaca dan menulis dibebaskan bila bersedia mengajari orang-orang Islam yang masih buta aksara. Namun tawanan yang tidak mempunyai kekayaan dan kepandaian apa-apa pun tetap dibebaskan juga.

Tidak lama sehabis perang Badr, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam mengadakan perjanjian dengan suku Badui yang kuat. Mereka ingin menjalin relasi dengan Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam karenan melihat kekuatan Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam. Tetapi ternyata suku-suku itu spesialuntuk memuja kekuatan semata.
Sesudah perang Badr, Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam juga menyerang Bani Qainuqa, suku Yahudi Madinah yang berkomplot dengan orang-orang Mekah. Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam kemudian mengusir kaum Yahudi itu ke Suriah.

Baca Juga: Ayat Kursi

Perang Uhud

Perang yang terjadi di Bukit Uhud ini berlangsung pada tahun 3 H. Perang ini disebabkan lantaran impian balas dendam orang-orang Quraisy Mekah yang kalah dalam perang Badr. Pasukan Quraisy, dengan dimenolong oleh kabilah Tihama dan Kinanah, membawa 3.000 buntut unta dan 200 pasukan berkuda di bawah pimpinan Khalid bin Walid. Tujuh ratus orang di antara mereka menggunakan baju besi.

Adapun jumlah pasukan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam spesialuntuk berjumlah 700 orang. Perang pun berkobar. Prajurit-prajurit Islam sanggup memukul mundur pasukan musuh yang jauh lebih besar itu. Tentara Quraisy mulai mundur dan kocar-kacir meninggalkan harta mereka. Melihat kemenangan yang sudah di ambang pintu, pasukan pemanah yang ditempatkan oleh Rasulullah di puncak bukit meninggalkan pos mereka dan turun untuk mengambil harta peninggalan musuh.

Mereka lupa akan pesan Rasulullah untuk tidak meninggalkan pos mereka dalam keadaan bagaimana pun sebelum diperintahkan. Mereka tidak lagi menghiraukan gerakan musuh. Situasi ini dimanfaatkan musuh untuk segera melancarkan serangan balik. Tanpa serius penuh, pasukan Islam tak bisa menangkis serangan. Mereka terjepit, dan satu per satu pendekar Islam berguguran.

Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam sendiri terkena serangan musuh. Sisa-sisa pasukan Islam diselamatkan oleh diberita tidak benar yang diterima musuh bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam sudah meninggal. Berita ini membuat mereka mengendurkan serangan untuk kemudian mengakhiri pertempuran itu. Perang Uhuh ini menimbulkan 70 orang pejuang Islam gugur sebagai syuhada.