Peremajaan Kota

Peremajaan Kota

Peremajaan Kota
Pendekatan konvensional yang paling populer adalah menggusur permukiman kumuh dan kemudian diganti oleh kegiatan perkotaan lainnya yang dianggap lebih bermartabat. Cara seperti ini yang sering disebut pula sebagai peremajaan kota bukanlah cara yang berkelanjutan untuk menghilangkan kemiskinan dari perkotaan.
Kemiskinan dan kualitas lingkungan yang rendah adalah hal yang mesti dihilangkan tetapi tidak dengan menggusur masyarakat telah bermukim lama di lokasi tersebut. Menggusur adalah hanya sekedar memindahkan kemiskinan dari lokasi lama ke lokasi baru dan kemiskinan tidak berkurang. Bagi orang yang tergusur malahan penggusuran ini akan semakin menyulitkan kehidupan mereka karena mereka mesti beradaptasi dengan lokasi permukimannya yang baru.
Dari artikel tentang Kemiskinan dan Pemukiman Kumuh yang diambil dari blog WordPress.com, di Amerika Serikat, pendekatan peremajaan kota sering digunakan pada tahun 1950 dan 1960-an. Pada saat itu permukiman-permukiman masyarakat miskin di pusat kota digusur dan diganti dengan kegiatan perkotaan lainnya yang dianggap lebih baik. Peremajaan kota ini menciptakan kondisi fisik perkotaan yang lebih baik tetapi sarat dengan masalah sosial. Kemiskinan hanya berpindah saja dan masyarakat miskin yang tergusur semakin sulit untuk keluar dari kemiskinan karena akses mereka terhadap pekerjaan semakin sulit.
Peremajaan kota yang dilakukan pada saat itu sering disesali oleh para ahli perkotaan saat ini karena menyebabkan timbulnya masalah sosial seperti kemiskinan perkotaan yang semakin akut, gelandangan dan kriminalitas. Menyadari kesalahan yang dilakukan masa lalu, pada awal tahun 1990-an kota-kota di Amerika Serikat lebih banyak melibatkan masyarakat miskin dalam pembangunan perkotaannya dan tidak lagi menggusur mereka untuk menghilangkan kemiskinan di perkotaan.

2. Aktivitas Hijau oleh Masyarakat Miskin

Aktivitas hijau yang dilakukan oleh masyarakat saat ini amatlah jarang dilakukan, mengingat kurangnya kepedulian masyarakat itu sendiri maupun dari pihak pemerintah selaku pendorong kegiatan tersebut. Mestinya ini perlu adanya kerjasama dari kedua belah pihak.
Seperti yang dilakukan oleh warga Kampung Baru Babakan, yang berusaha mengelola sampah yang biasanya dibuang begitu saja, menjadi salah satu sumber penghidupan mereka. Sampah-sampah ini dimanfaatkan dengan cara memisahkan sampah organic dan non organic. Walaupun saat ini mereka baru bisa memanfaatkan sampah non organic seperti, plastik, maupun sisa-sisa karet dan kertas saja, namun mereka sudah memberikan manfaat baik dalam kehidupan masyarakat kota pada umumnya, maupun masyarakat Kampung Baru Babakan sendiri.
Pemanfaatan sumber daya hayati di kali Cisadanepun menjadi salah satu contoh aktivitas hijau yang dilakukan masyarakat Kampung Baru Babakan. Mereka mencari cacing untuk menafkahi keluarganya. Ini juga menjadikan sumber penghidupan mereka.
Aktivitas hijau lainnya adalah memanfaatkan lahan yang mereka tempati sebagai budi daya ikan lele. Dengan begitu lahan menjadi bermanfaat.
3. Sosialisasi Tentang Masalah Lingkungan Sehat
Menyadari pentingnya lingkungan sehat pemerintah bukan malah memberikan sosialisasi kepada warga di pemukiman kumuh, malah sering kali langsung memberi tindakan kepada pihak terkait dengan melakukan penggusuran pemukiman yang dianggap mengganggu pemandangan kota, dan merubah pemukiman kumuh tersebut menjadi bangunan-bangunan baru yang mereka anggap lebih terlihat rapi dan bersih.
Ini menjadikan sosialisasi tentang lingkungan sehat dan bersih perlu dilakukan baik dari pihak pemerintah, maupun pihak masyarakat kota yang ingin menjadikan kota terlihat rapi dan bersih. tentang bagaimana menjadikan lingkungan kumuh ini menjadi lingkungan yang sehat dan rapi, sehingga tidak lagi menjadi lingkungan yang kotor dan kumuh. Contohnya lewat media massa maupun elektronik dengan menayangkan iklan tentang himbauan-himbauan bagainmana menjadikan lingkungan yang sehat dan rapi. Satu hal lagi agar penyelesaian masalah ini dapat terselesaikan pada masyarakat, maka perlu diujicobakan pada sekelompok kecil sasaran, disempurnakan dan selanjutnya dapat diterapkan pada masyarakat yang lebih luas
Meningkatkan pengetahuan kemudian mengubah sikap dan perilaku mereka bukan perkara mudah untuk diselesaikan. Perlu adanya kerjasama kita semua. Ini juga perlu dilakukan identifikasi terhadap masalah yang dihadapi agar permasalahan tersebut dapat terselesaikan dengan efektif dan efisien
sumber :