Pers yang Bebas dan Bertanggung Jawab

Pers yang Bebas dan Bertanggung Jawab

Selama ini banyak orang terutama kaum awam yang menduga, mengira atau menganggap (karena tidak tahu) bahwa pers adalah lembaga yang berdiri sendiri, tidak terkait dengan masyarakat. Anggapan seperti itu sebagai seorang wartawan atau jurnalis hanyalah seorang buruh yang bekerja di perusahaan pers berdasarkan assignment atau penugasan redaksi. Sama halnya dengan seorang tukang yang bekerja sekedar untuk mencari sesuap nasi tanpa rasa tanggung jawab moral terhadap profesi dan masyarakat. Pastilah dia tidak mengerti hakikat kebebasan pers, atau bahkan mengira bahwa kebebasan pers merupakan “milik pers itu sendiri maupun wartawan.

Padahal, media pers (cetak, radio, televisi. Online – selanjutnya disebut media atau pers) sesungguhnya merupakan kepanjangan tangan dari hak-hak sipil publik, masyarakat umum, atau dalam bahasa politik disebut rakyat. Dalam sebuah negara yang demokratis, dimana kekuasaan berada di tangan rakyat, publik punya hak kontrol terhadap kekuasaan agar tidak terjadi penyalahgunaan kekuasaan. Konsekuensi dari hak kontrol tersebut, adalah segala hal yang menyangkut hajat hidup orang banyak (publik, rakyat) harus dapat diakses. (diinformasikan, diketahui) secara terbuka dan bebas oleh publik. Kondisi seoerti itulah yang dibutuhkan pers secara bebas serta dapat mewakili oublik untuk mangakses informasi. Dari sinilah bermula apa yang disebut “pers bebas” (free press) atau “kebebasan pers” (freedom of the press) sebagai syarat mutlak begi sebuah negara yang demokratis dah terbuka. Begitu pentingnya freedom of the press tersebut, sehingga Thomas Jeffenson, presiden ketiga Amerika Serikat (1743-1826), pada tahun 1802 menulis, “Seandainya saya diminta memutuskan antara pemerintah tanpa pers, stau pers tanpa pemerintah, maka tanpa ragu sedikit pun saya akan memilih yang kedua.” Padahal, selama memerintah dia tak jarang mendapat perlakuan buruk dari pers

  1. Ciri-Ciri Kode Etik

Kode etik adalah norma stas asas yang diterima oleh sustu kelompok tertentu, sebagai pedoman tingksh laku. Ciri-ciri dari suatu kode etik adalah sebagai berikut:

  1. Sanksinya bersifat moral atau mengikat pada anggota kelompok tersebut.
  2. Daya jangkauan berlaku pada kelompok yang memiliki kode etik tersebut, bukan pada kelompok lain.
  3. Disusun oleh lembaga/kelompok profesi yang bersangkutan sesuai dengan aturan organisasi itu dan bukan dari pihak luar.

Para insan jurnalistik dan insan pers juga membuat kode etik sendiil sesuai dengan kelompok organisasinya. Kode etik jurnalistik menjadi pegangan para insan pers dalam melaksanakan peran dan fungsinya. Kode etik jurnalistik menjadi pegangan para insan pers dalam melaksanakan peran dan fungsinya. Kode etik menjadi landasan moral/etika profesi guna menjamin kebebasan pers dan terpenuhinya hak-hak masyarakat, serta pedoman operasional dalam menegakkan integritas dan profesionalitas para Insan pers.

sumber :

https://dogetek.co/seva-mobil-bekas/