PERT dan CPM (Network Planning)

PERT dan CPM (Network Planning)

PERT (Program Education and Review Technique) yaitu tekhnik penilaian dan peninjauan program, dan CPM (Critikal Path Method) yaitu metode jalur kritis.

PERT dapat digunakan hampir dalam segala kegiatan, mulai memformulasikan rencana sampai kepada evaluasi dari implementasi suatu rencana. CPM merupakan tekhnik perencanaan yang digunakan dalam proyek yang mempunyai data biaya. Perbedaan pokok antara PERT dan CPM terletak pada penentuan perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan setiap kegiatan. Dalam CPM ditentukan dua buah perkiraan itu adalah perkiraan normal (normal estimate) dan perkiraan itu cepat (chas estimate). Perkiraan adalah perkiraan waktu normal kira-kira sama dengan perkiraan waktu yang paling diperlukan untuk PERT, dan biaya normal adalah biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek dalam waktu normal. Perkiraan waktu cepat dibutukan jika biaya diasumsikan tidak menjadi masalah untuk mempersingkat wakru bagi proyek tersebut.

PERT dan CPM sering disebut network planning karena melukisakan hubungan  kebergantungan dan pengaturan kegiatan yang logis sekuensial yang membentuk jaringan kerja dari suatu proyek. Hubungan kebergantungan kegiatan-kegiatan dilukisakan dengan menggunakan simbol-simbol dari kegiatan (activity) dan kejadian (event). Pada taraf ini faktor waktu dan sumber belum dipertimbangkan, baru pada kegiatan dan kejadian hubungan satu sama lain.

Bagan PERT dan CPM merupakan sebuah pernyataan secara grafis dari kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan.[9]

Tanggapan kelompok:

Menurut kelompok kami Bagan Milstone adalah bagan yang menggambarkan unsur-unsur fungsional suatu proyek dengan keterkaitannya secara fungsional. Bagan PERT dan CPM merupakan sebuah pernyataan secara grafis dari kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan.

  1. Alat Pembantu Pengambilan Keputusan
  2. Matriks Pay-off (Pay-off Matrix)

Matriks pay-off bermanfaat untuk membantuk pengambilan keputusan. Matriks tersebut terdiri atas beberapa alternatif keputusan dengan kemungkinan resikonya. Resiko atau ketidakpastian setiap alternatif keputusan kemudian dapat dianalisis.

  1. Analisis Titik Impas (Analysis Break-even)

Analisis titik impas bertujuan melihat sejauh mana atau seberapa banyak produk yang harus terjual agar tercapai titik impas (total penjualan sama dengan total biaya atau keuntungan sama dengan nol). Dengan analisis semacam ini manajer dapat mengetahui penjualan minimum agar perusahaan tidak merugi

  1. Pohon Keputusan (Decision Tree)

            Pohon keputusan merupakan tekhnik yang bermanfaat untuk pengambilan keputusan yang mempunyai urutan (rangkaian ). Pohon keputusan digunakan oleh pembuat keputusan untuk membuat berbagai alternatif yang mungkin dilaksanakan. Sebagai contoh manajer barangkali menghadapi alternatif  meluncurkan mobil sedan, niaga, atau tidak meluncurkan mobil dengan konsekuensi lanjutan masing-masing. Jika membuat mobil niaga perusahaan hanya dapat memanfaatkan pasar domestik, jika membuat mobilbiaga perusahaan dapat mengekspor produk tersebut.

            Pohon keputusan bermanfaat karena manajer dapat memperkirakan efek suatu keputusan terhadap beberapa kemungkinan hasil di masa mendatang. masalah dalam metode tersebut adalah kesulitanmenentukan skeneraio yan tepat. Sebagai contoh, jika membuat mobil niaga, perusahaan mempunyai kesempatan untuk melakukan penetrasi pasar lebih jauh. Setelah pasar ekspordikuasai, manajer mempunyai kesempatan memasukan pasar ke pasar ekspor. Alternatif pasar niaga dengan demikian menjadi jauh lebih menarik.[10]

Tanggapan Kelompok:

Menurut kelompok kami alat pengambil keputusan terbagi menjadi empat, Matriks Pay-off(Pay-off-Matriks), Programasi Linear(Linear Programming), Analisis Titik Impas(Analysis Break-even), dan Pohon Keputusan (Decision tree) yang masing-masing alat itu memiliki manfaat yang berbeda dalam mengambil keputusan.

sumber :
https://apartemenjogja.id/diamo-xl-10-apk/