Rektor ITM: Kerjasama dengan PTS Lokal ke Depan Perlu Digalakkan

Rektor ITM Kerjasama dengan PTS Lokal ke Depan Perlu Digalakkan

Rektor ITM: Kerjasama dengan PTS Lokal ke Depan Perlu Digalakkan

Rektor ITM Kerjasama dengan PTS Lokal ke Depan Perlu Digalakkan
Rektor ITM Kerjasama dengan PTS Lokal ke Depan Perlu Digalakkan

Program kemitraan antar perguruan tinggi swasta

(PTS) yang diwujudkan oleh empat universitas hendaknya dapat ditindaklanjuti dalam kerja nyata yang konkrit sehingga dapat menyahuti tuntutan pengembangan institusi yang lebih baik ke depannya.

“Kita menawarkan tindak lanjut (follow up) agar institusi perguruan tinggi yang sudah menandatangani naskah nota kesepahaman bisa mengetahui kelemahan di universitasnya,” kata Rektor Institut Teknologi Medan (ITM) Dr Mahrizal Masri MT usai menjalin kerjasama dengan 4 PTS di Sumut antara lain dengan UMA, Unpab, UISU dan ITM di kampus UMA Jalan Kolam Medan Estate, Rabu (7/8).

Dikatakannya, kerjasama itu sangatlah tepat bila saja dukungan

dan bantuan positif dari ke-4 PTS yang sudah melakukan kerjasama dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan institusinya masing-masing. “Sudah tentu universitas memiliki kelemahan, karenanya harus saling membantu,” katanya.

Mahrizal menjelaskan, selama ini kerjasama universitas selalu dengan perguruan tinggi di luar negeri. ITM misalnya, sejak 2007 sudah menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi di Malaysia dan Singapura di bidang pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan kualitas mahasiswa maupun lulusan.

Karenanya, ITM sebagai anggota program IMT-GT

(Indonesia, Malaysia, Thailand) selalu mengikuti berbagai even kegiatan setiap tahunnya. Khusus pengembangan SDM, pendidikan lanjutan dosen jenjang S2 dan S3, pemberian diskon beasiswa pendidikan bagi staf pengajar, pertukaran dosen dan mahasiswa dan lainnya.

Menurut Mahrizal lulusan S3 Malaysia ini, kehadiran perguruan tinggi luar negeri sudah saatnya dikurangi dan intensitas kerjasama dengan PTS lokal ke depannya perlu digalakkan. “Jangan lagi antar PTS bersaing karena mengejar calon mahasiswa baru, tapi perlu sinergitas yang saling menguntungkan dan bermanfaat. Rezeki sudah diatur. Yang terpenting adalah peningkatan kualitas, layanan akademik dan peningkatan institusi,” katanya.

Dikatakannya, adanya kekurangan dan kelebihan sebuah PTS itu hendaknya bisa menciptakan iklim sehat di dalam persaingan mewujudkan kepercayaan publik dan masyarakat terhadap PTS tersebut. “Walaupun kita sadari bahwa kenyataan selama ini PTS berlomba mencari calon mahasiswa dan akhirnya PTS lokal selama ini kurang bersatu,” ujarnya.

 

Sumber :

https://blog.fe-saburai.ac.id/oginsta/