Ronovasi Masjid Nabawi

Ronovasi Masjid Nabawi

Masjid nabawi muulai dibangun pada masa khalifah Umar bin Khattab diperluas oleh khalifah Utsman bin Affan. Selain diperluas, bentuk dan coraknya juga diperindah.
5.      Perluasan wilayah
Pada masa khalifah Utsman bin Affan, wilayah Islam makin luas. Wilayah Azerbaijan berhasil ditaklukkan pasukan muslim di bawah pimpinan Said bin Ash dan Rabi’ah Bahity. Sebagian besar rakyat Armenia saat itu menyambut kedatangan tentara Islam dengan suka cita. Pada umumnya, mereka lebih suka berada di bawah pemerintahan Islam daripada dikuasai kekaisaran Romawi.
PERKEMBANGAN ISLAM MASA KHALIFAH ALI BIN ABI THALIB
Ali bin Abi Thalib adalah orang yang paling awal memeluk agama Islam (Assabiqunal Awwalun), sepupu Rasullullah SAW, dan juga khalifah terakhir dalam kekhalifahan Kulafaur Rasyidin menurut pandangan Sunni. Namun bagi Islam Syiah, Ali adalah khalifah pertama dan juga imam pertama dari 12 imam Syiah. Ali dilahirkan di Mekkah, daerah Hejaz, Jazirah Arab, pada tanggal 13 Rajab. Menurut sejarawan, Ali dilahirkan 10 tahun sebelum dimulainya kenabian Muhammad, sekitar tahun 600 Masehi. Beliau bernama asli Haydar bin Abu Thalib. Namun Rasullullah SAW tidak menyukainya dan memanggilnya Ali yang berarti memiliki derajat yang tinggi di sisi Allah.
Setelah wafatnya Utsman bin Affan, kaum muslimin mendapat kesulitan untuk mengangkat khalifah pengganti Utsman bin Affan. Tokoh-tokoh yang dianggap layak menjadi khalifah seperti Ali bin Abi Thalib, Abdullah bin Umar, Sa’ad bin Abi Waqash, dan Zubair bin Awwam menolak menjadi khalifah. Maka di Madinah terjadilah diskusi yang diadakan oleh para tokoh kaum muslimin untuk menunjuk khalifah baru. Dari hasil diskusi yang dilaksanakan mereka tidak menemukan orang yang lebih layak daripada Ali bin Abi Thalib. Dia putra paman Nabi dan sekaligus menantu beliau, dia pula lah anak muda yang pertama kali masuk islam dan banyak membantu perjuangan Nabi. Maka, mayoritas yang hadir memilihnya dan membaiatnya sebagai khalifah keempat. Peristiwa tersebut terjadi enam hari setelah Utsman bin Affan wafat.

1.      Prestasi – prestasi Khalifah Ali bin Abi Thalib

Berbeda dengan khalifah-khalifah sebelumnya yang banyak menyebarkan agama dan ajaran islam ke berbagai pelosok dunia, pemerintah khalifah Ali bin Abi Thalib disibukkan dengan mengurusi masalah intern yang muncul dan cenderung membawa perpecahan dikalangan umat islam. Selain karena ‘hubbudunya’ (cinta dunia) telah menggerogoti akidah sebagai umat islam, juga pengaruh orang-orang munafik yang tidak suka dengan kemajuan islam di daerah yang telah berada dalam kekuasaan kaum muslimin. Mereka menggerogoti pemerintahan islam mulai akhir penghujung zaman khalifah Umar bin Khattab.
Diantara usaha-usaha yang dilakukan oleh khalifah Ali bin Abi Thalib adalah :
a.       Membersihkan Para Pejabat yang Korup
Ali bin Abi Thalib sejak awal terkenal dengan ketegasannya dalam menjunjung kebenaran. Beliau dan juga para khalifah sebelumnya sangat menjunjung tinggi dan mengamalkan apa-apa yang telah dilakukan dan diajarkan Rasulullah SAW. Khalifah Ali bin Abi Thalib mendengar berita bahwa diantara gubernur-gubernur yang dulu diangkat oleh khalifah Utsaman bin Affan tidak memperlakukan rakyat dengan adil dan kasih saying. Bahkan, jumlah pungutan pajak dengan hasil menghimpun oleh negara banyak kejanggalan.
Dengan tegas, khalifah memberhentikan beberapa gubernur yang dicurigai melakukan beberapa penyimpangan. Diantara para gubernur yang diberhentikan adalah Mu’awiyah bin Abi Sufyan gubernur Syam. Karena peristiwa tersebut, akhirnya terjadi perselisihan antara kelompok Ali bin Abi Thalib dengan kelompok Mu’awiyah bin Abi Sufyan.
b.      Memadamkan Pemberontakan-pemberontakan di Kalangan Umat Islam
Terbunuhnya khalifah Utsman bin Affan tahun 35 H meninggalkan masalah yang berkepanjangan dikalangan umat islam saat itu. Kelompok-kelompok yang tidak puas dengan kelambanan khalifah dalam menghukum orang-orang yang terlibat dalam pembunuhan Utsman bin Affan membuat kelompok sendiri yang dipimpin oleh Zubair bin Awwam, Thalhah bin Ubaidillah, dan Siti Aisyah Ummul Mukminin. Dengan dukungan dari Bani Umayyah di Syam, mereka menyusun kekuatan.
Khalifah Ali bin Abi Thalib yang memandang gerakan tersebut sebagai pembangkangan terhadap kekhalifahan segera menyerbu kelompok tersebut sehingga terjadi dua kali peperangan. Pertama, perang Az-Zabuqah tahun 36H terjadi di Basrah. Kedua, perang Jamal tahun 36H yang dimenangkan oleh khalifah Ali bin Abi Thalib yang menewaskan sekitar 10.000 kaum muslimin, termasuk Zubair bin Awwam dan Thalhah. Sedangkan Siti Aisyah, berhasil ditawan setelah untanya dibunuh, beliau dipulangkan ke Madinah dalam keaadan dihormati. Kedua perang diatas sungguh menguras dan melelahkan kekuatan khalifah Ali bin Abi Thalib walaupun beliau memenangkan perang tersebut.
c.       Menyempurnakan Tulisan Al-Qur’an
Salah satu jasa Khalifah Ali bin Abi Thalib adalah penyempurnaan tulisan Al-Qur’an dengan member tanda titik dan harakat (syakal/baris) oleh hali tata bahasa yang bernama Abul Aswad Ad-Dualy yang ditugaskan oleh beliau. Pekerjaan tersebut disempurnakan di zaman khalifah Abdul Malik bin Marwan (Masa Daulah Bani Umayyah).

Sumber :

https://multi-part.co.id/natal-dan-tahun-baru-tarik-tunai-gopay-tutup-sementara/