Sholat Bagi Perempuan Sholihah

Sholat Bagi Perempuan Sholihah

Sholat Bagi Perempuan Sholihah

Sholat Bagi Perempuan Sholihah
Sholat Bagi Perempuan Sholihah

Pengertian Sholat

Shalat adalah salah satu kewajiban umum yang telah Allah perintahkan kepada Umat Islam baik lelaki maupun perempuan. Nabi saw bersabda,” Shalat adalah tiang agama. Barangsiapa mendirikannya, berarti ia telah mendirikan agama, dan barangsiapa meninggalkannya, berarti ia telah menghancurkan agama.” ( Hadit Riwayat Baihaqi). Seorang wanita shalehah meyakini bahwa shalat adalah ibadah yang sangat istimewa, sehingga tidak mungkin ia melalaikan shalatnya.Ia bukan hanya beristiqomah dalam menjalankannya, tetapi juga menjaga segala hal yang berhubungan dengannya. Ibnu Abbas r.a. berkata tentang maksud Surat Maryam: 59, atau Surah Al Maa’uun:4-5, bahwa melalaikan shalat bukan hanya meninggalkan shalat begitu saja, tetapi termasuk juga melalaikan waktunya, atau mengakhirkan waktunya dari waktu yang tepat. Jika maksudnya memang demikian, maka melalaikan waktu shalat juga termasuk kategori melalaikan shalat. Maka orang yang melalaikan waktu shalat ( tidak menjaga/ suka mengakhirkan waktu shalat) pun akan mendapatkan balasan berupa “ghayya” ataupun neraka Wail. Allah telah memberi kemudahan bagi kaum wanita muslimah dalam menunaikan shalat, yang tidak disamakan seperti kaum lelaki.

Bagi wanita, hanya ada dua aturan dalam melaksanakannya. Lebih ringan dan mudah, tetapi mempunyai ganjaran dan pahala yang sama besarnya dengan kaum lelaki. Ini adalah karena rasa kasih-Nya terhadap kaum wanita, demi terjaganya wanita dari segala fitnah. Kedua aturan itu adalah:

Lebih utama dilaksanakan di rumah

Sekali lagi, bahkan meskipun dilaksanakan di rumah dan hanya bersendirian, tetapi ia tetap akan mendapatkan pahala yang sama dengan kaum lelaki yang melaksanakan shalat berjamaah di masjid.

Dilaksanakan pada awal waktu

Nabi saw bersabda,” Amalan yang paling utama adalah shalat tepat pada waktunya.” Hadits ini ditujukan kepada kaum muslimin baik laki-laki maupun perempuan. Melalaikan waktu shalat dengan sengaja, berarti mengundang murka Allah atas dirinya. Nabi saw bersabda,” Tiga orang yang shalatnya tidak akan diterima oleh Allah swt yaitu: Orang yang tidak shalat kecuali setelah lewat waktunya ( dengan sengaja ), Imam yang tidak disukai oleh makmumnya, Orang yang memperbudak orang merdeka.” ( Hadits Ibnu Majah ).

Menjaga shalat pada waktunya menghasilkan keuntungan duniawi maupun ukhrawi. Dalam urusan duniawi, di antaranya; dijauhkan dari kesulitan rezeqi ketika di dunia. Empat keuntungan ukhrawi adalah:
Dihindarkan dari siksa kubur, diberikan buku catatan amalnya melalui tangan kanan, melewati jembatan shirat secepat kilat, dan masuk surga tanpa hisab.

Rasulullah saw bersabda,” Jika seorang hamba shalat pada awal waktunya, maka naiklah shalat itu ke langit dengan diliputi nur hingga sampai ke Arsy, lalu ( nur ) itu memohonkan ampunan bagi orang yang shalat seperti itu sampai hari Kiamat, dan ia berkata,” Semoga Allah memeliharamu sebagaimana kamu memeliharaku.” Dan jika seorang hamba mengerjakan shalat tidak tepat pada waktunya, maka naiklah shalat itu ke langit dengan diliputi kegelapan. Dan ketika sampai di langit, shalat itu terlipat bagaikan baju yang rusak, kemudian dilemparkan kembali ke muka orang yang mengerjakannya.” ( Hadits Adz Dzahabi ). Orang-orang shaleh pada jaman dahulu-seperti para shahabat sangat memperhatikan shalat pada awal waktu dengan sungguh-sungguh. Mereka akan sangat bersedih jika mereka tertinggal shalat pada awal waktu atau karena tertinggal shalat berjamaah. Az Zuhri rah.a bercerita,” Pada suatu ketika, aku masuk ke tempat Anas bin Malik r.a. di Damsyik dan kujumpai ia sedang menangis. Aku bertanya,’ Mengapa engkau menangis?’ Beliau menjawab,’ Aku tidak mengetahui sesuatu yang telah kudapatkan, kecuali shalat ini. Tetapi ternyata kini orang-orang telah mengabaikannya.’Al Kannany rah.a. menerangkan bahwa mengabaikan shalat yang dimaksud di sini adalah mengakhirkan waktunya, bukan meninggalkannya sama sekali. ( Bukhari )

Baca Juga: