Strategi Untuk Mencapai Sistem Pertanian Organik Ramah Lingkungan

Strategi Untuk Mencapai Sistem Pertanian Organik Ramah Lingkungan

Strategi Untuk Mencapai Sistem Pertanian Organik Ramah Lingkungan

Strategi Untuk Mencapai Sistem Pertanian Organik Ramah Lingkungan
Strategi Untuk Mencapai Sistem Pertanian Organik Ramah Lingkungan

Agar system usaha tani yang ramah lingkungan

Dapat dibangun dan dikembangkan dengan baik, perlu diberikan pemahaman melalui penyuluhan baik kepada petani sebagai produsen maupun masyarakat sebagai konsumen betapa pentingnya pengelolaan lingkungan usaha tani dan produk pertanian yang sehat untuk di kosumsi. Strategi yang perlu dilakukan  :

 

Terhadap petani sebagai pelaku usaha

Melalui penyuluhan pertanian perlu dilakukan upaya memberikan pemahaman kepada petani sebagai produsen bahwa, pengembangan pertanian yang ramah lingkungan  harus mengacu kepada prinsip – prinsip organik (prinsip kesehatan, prinsip ekologi, prinsip keadilan dan prinsip perlindungan) agar mendapatkan hasil pangan yang bermutu serta aman dikonsumsi.

Penggunaan input kimia dengan dosis yang tinggi dan jangka waktu yang lama menyebabkan terjadinya akumulasi residu bahan kimia berbahaya di dalam tanah dan berpotensi mencemari lingkungan. Fenomena lain yang timbul sebagai akibat langsung penggunaan bahan kimia ini adalah menurunnya kualitas fisik dan kimia tanah yang berdampak pada berkurangnya keragaman hayati dan musuh alami organism pengganggu tanaman serta munculnya hama-hama yang resisten. Beberapa hasil penelitian menunjukkan  adanya kontribusi pupuk kimia terhadap peningkatan populasi  hama tertentu (Rasyid 2001)

 

Berdasarkan hal tersebut  tersebut diatas

Perlu dilakukan upaya agar petani selaku pelaku usaha melakukan dan mengembangkan sistem pertanian organik dan ramah lingkungan, dengan mempertimbangkan  beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan pertanian yang ramah lingkungan :

  • Keragaman daur-ulang limbah organik dan pemanfaatannya untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah.
  • Memadukan sumber daya organik dan anorganik pada sistem pertanian di lahan basah dan lahan kering.
  • Mengembangkan sistem pertanian berwawasan konservasi di lahan basah dan lahan kering.
  • Memanfaatkan bermacam – macam jenis limbah sebagai sumber nutrisi tanaman.
  • Reklamasi dan rehabilitasi lahan dengan menerapkan konsep pertanian organik.
  • Perubahan dari tanaman semusim menjadi tanaman keras di lahan kering harus dipadukan dengan pengembangan ternak, pengolahan minimum dan pengolahan residu pertanaman.
  • Mempromosikan pendidikan dan pelatihan bagi penyuluh pertanian untuk memperbaiki citra dan tujuan pertanian organik.
  • Memanfaatkan kotoran ternak yang berasal dari unggas, babi, ayam, itik, kambing, dan kelinci sebagai sumber pakan ikan.

 

Ketika praktik – praktik bertani

Yang tidak alami dengan pemupukan, pengolahan tanah, pemberantasan gulma maka ketidakseimbangan penyakit dan hama menjadi masalah serius. Hama dan penyakit memang tidak dipungkiri dapat memberi kerugian tetapi masih dalam batas – batas yang tidak memerlukan penggunaan zat – zat kimia (pestisida). Pendekatan yang arif adalah dengan menanam tanaman yang lebih tahan terhadap hama dan penyakit pada sebuah lingkungan yang sehat. Penggunaan bahan kimia hanya efektif untuk sementara waktu, pada saatnya akan menyebabkan terjadinya ledakan hama yang lain karena keseimabangan bioligis terganggu karena penggunaan bahan kimia tersebut.

 

Terhadap Masyarakat  Sebagai Pengguna Hasil Pertanian

Untuk mensukseskan sistem pertanian yang ramah lingkungan ini, diperlukan dukungan dan kesadaran masyarakat konsumen akan pentingnya kesehatan baik yang bersumber dari hasil pertanian maupun lingkungannya melalui penyuluhan-penyulahan yang dilakukan oleh instansi terkait.

Pertanian organik harus melestarikan dan meningkatkan kesehatan tanah, tanaman, hewan, manusia dan bumi sebagai satu kesatuan dan tak terpisahkan. Prinsip ini menunjukkan bahwa kesehatan tiap individu dan komunitas tak dapat dipisahkan dari kesehatan ekosistem; tanah yang sehat akan menghasilkan tanaman sehat yang dapat mendukung kesehatan hewan dan manusia.

Konsumen di Negara-negara maju menjadi pemicu awal dan inspirasi bergulirnya pertanian organik. Di Indonesia pertanian organik menjadi “tren” karena tumbuhnya kesadaran konsumen untuk mengonsumsi produk yang aman dan sehat. Memasuki abad ke 21, kesadaran masyarakat dunia akan dampak yang ditimbulkan oleh pemakaian bahan kimia sentetis dalam pertanian semakin meningkat. Masyarakat sudah semakin arif dalam memilih bahan pangan yang aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan.

Kesehatan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sistem kehidupan. Hal ini tidak saja sekedar bebas dari penyakit, tetapi juga dengan memelihara kesejahteraan fisik, mental, sosial dan ekologi. Ketahanan tubuh, keceriaan dan pembaharuan diri merupakan hal mendasar untuk menuju sehat.

Peran pertanian organik baik dalam produksi, pengolahan, distribusi dan konsumsi bertujuan untuk melestarikan dan meningkatkan kesehatan ekosistem dan organisme, dari yang terkecil yang berada di alam tanah hingga manusia. Secara khusus, pertanian organik dimaksudkan untuk menghasilkan makanan bermutu tinggi dan bergizi yang mendukung pemeliharaan kesehatan dan kesejahteraan. Mengingat hal tersebut, maka harus dihindari penggunaan pupuk, pestisida, obat-obatan bagi hewan dan bahan aditif makanan yang dapat berefek merugikan kesehatan.

Selain terjadinya degradasi lingkungan, residu bahan kimia juga terakumulasi didalam jaringan tanaman dan tetap bertahan sampai dikonsumsi oleh manusia. Oleh karena itu konsumsi terhadap sayuran maupun buah-buahan yang mengandung residu bahan kimia berbahaya akan menyebabkan terjadinya akumulasi bahan kimia tersebut didalam tubuh manusia.

 

Bagi masyarakat sebagai konsumen pruduk pertanian

Sejumlah keuntungan yang dapat dipetik dari pengembangan pertanian organik yang rama lingkungan adalah, antara lain:  

  • Menghasilkan makanan yang cukup, aman dan bergizi sehingga meningkatkan kesehatan masyarakat. Data menunjukkan bahwa praktek pertanian organik mampu meningkatkan hasil sayuran hingga 75% dibanding pertanian konvensional. Disamping itu, produk pertanian organik juga mempunyai kandungan vitamin C,  kalium, dan beta karoten yang lebih tinggi.
  • Meminimalkan semua bentuk polusi yang dihasilkan dari kegiatan pertanian. Karena pertanian organik: (1) Menghindari penggunaan bahan kimia sintetis dan (2) Memanfaatkan limbah kegiatan pertanian seperti kotoran ternak dan jerami sebagai pupuk kompos.

Berdasarkan hal tersebut diatas, agar pengendalian dampak lingkungan yang berbasiskan sistem pertanian organik dapat tercapai dan berhasil baik agar penyuluhan pertanian, kehutanan, dan kesehatan serta instasi terkait menyampaikan keunggulan dan kebaikan system pertanian organic baik kepada petani selakuku produsen produk pertanian maupun kepada masyarakat sebagai pengguna/konsumen hasil pertanian.

Sumber : https://bandarlampungkota.go.id/blog/bpupki-sejarah-anggota-tugas-dan-pembentukannya/