Surabaya Akan Terbitkan Kartu Pelajar Multifungsi

Surabaya Akan Terbitkan Kartu Pelajar Multifungsi

Surabaya Akan Terbitkan Kartu Pelajar Multifungsi

Surabaya Akan Terbitkan Kartu Pelajar Multifungsi
Surabaya Akan Terbitkan Kartu Pelajar Multifungsi

Pemkot Surabaya akan meluncurkan kartu pelajar Surabaya pada 17 Agustus nanti. Dengan menggunakan kartu tersebut, pelayanan pendidikan akan lebih maksimal. Siswa bisa mendapatkan beragam manfaat. Mulai yang terkait dengan presensi di sekolah hingga kebutuhan naik trem.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya Ikhsan menerangkan, penerbitan kartu pelajar Surabaya tersebut bertujuan menambah fungsi kartu siswa. Selama ini, kartu pelajar mudah rusak dan hanya berfungsi sebagai kartu identitas. Pihak yang menerbitkan juga sekolah masing-masing.

Nah, kini dengan kartu tersebut akan terjadi perubahan dalam pelayanan pendidikan. Untuk presensi, guru tidak lagi memanggil nama tiap siswa saat berada di kelas. Siswa cukup menggesekkan kartu pelajar yang dibawa pada alat tertentu. Bila itu dilakukan, siswa sudah terekam masuk sekolah. Dengan mengantongi kartu pelajar Surabaya, siswa akan merasakan banyak fungsi. Kelebihan lain, melalui sistem gesek itu, orang tua bisa memantau kehadiran siswa di sekolah.

Selain itu, kartu pelajar Surabaya dapat digunakan sebagai kartu ATM. Bila membutuhkan uang, siswa bisa mengambil uang di tabungannya melalui mesin ATM. Untuk mewujudkan hal tersebut, pemkot telah berkerja sama dengan beberapa bank. ”Apalagi, selama ini gerakan menabung juga jadi program unggulan pemkot,” katanya.

Bukan hanya keperluan sekolah, ke depan kartu tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk menumpang transportasi umum yang dikelola pemkot. Salah satunya adalah trem. Realisasi proyek itu hingga kini memang terus diupayakan.

Kartu pelajar Surabaya tersebut akan diberikan kepada seluruh siswa.

Mulai SD-MI hingga SMP-MTs. Baik yang bersekolah di negeri maupun swasta. Kartu akan dibuat serentak oleh pemkot. Ikhsan menambahkan, berbagai fungsi dari kartu tersebut akan terus dilengkapi secara bertahap. ”Paling tidak, yang terdekat bisa digunakan untuk presensi dulu,” terangnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Surabaya Titik Sudarti menyampaikan belum menerima pemberitahuan soal penerbitan kartu pelajar Surabaya. Namun, dia mengapresiasi program tersebut jika nanti diterapkan kepada siswa.

Penggunaan kartu untuk berbagai aktivitas pelajar tersebut, menurut dia, merupakan sebuah terobosan menarik. Karena itu, inovasi tersebut perlu untuk segera diterapkan. ”Saat ini penggunaan teknologi memang harus diberikan untuk menunjang pelajar,” terangnya.

Anggota Komisi D DPRD Surabaya Reni Astuti mendukung langkah pemkot u

ntuk memberikan kartu pelajar terintegrasi itu. Melalui program tersebut, konsep Surabaya sebagai smart city akan semakin terlihat.

Reni menilai, dengan kartu pelajar tersebut, pemkot akan lebih mudah dalam memberikan pelayanan khusus bagi para siswa. Salah satunya mengenai pemanfaatan transportasi. Dengan kartu itu, pemkot tidak perlu khawatir program bantuan kepada pelajar meleset.

Reni menerangkan, saat ini anggaran tentang kartu pelajar tersebut belum tercatat dalam APBD

2017. Namun, bisa saja anggaran kartu itu dianggarkan melalui perubahan anggaran keuangan (PAK) yang mulai dibahas dalam waktu dekat ini. ”Melihat manfaatnya, program tersebut sepertinya akan disetujui,” jelasnya. Apalagi, tahun ini anggaran pendidikan cukup besar. Setidaknya pemkot mendapatkan tambahan limpahan anggaran dari SMA-SMK sebesar Rp 187 miliar.

Meski begitu, Reni mengimbau, ke depan kartu tersebut harus betul-betul memiliki manfaat bagi pelajar. Sebab, jika multifungsinya ternyata tidak terpenuhi, bukan tidak mungkin kartu tersebut ditinggal para pelajar.

 

Baca Juga :