Tahapan Perkembangan Terjadinya Konflik

Tahapan Perkembangan Terjadinya Konflik

Tahapan Perkembangan Terjadinya Konflik

Tahapan Perkembangan Terjadinya Konflik
Tahapan Perkembangan Terjadinya Konflik

Adapun tahapan-tahapan perkembangan ke arah terjadinya konflik diantaranya:

Konflik masih tersembunyi (laten)

Berbagai kondisi emosional yang dirasakan sebagai hal biasa dan tidak dipersoalkan sebagai hal yang mengganggu dirinya.

Konflik yang mendahului (antecedent condition)

Tahap perubahan dari apa yang dirasakan secara tersembunyi yang belum mengganggu dirinya, kelompok atau organisasi secara keseluruhan, menyerupai timbulnya tujuan dan nilai yang berbeda, perbedaan tugas dan lain sebagainya.

Konflik yang sanggup diamati (perceived conflicts) dan konflik yang sanggup dirasakan (felt conflict)

Ini muncul sebagai tanggapan antecedent condition yang tidak terselesaikan. (https://bandarlampungkota.go.id/blog/pancasila-sebagai-dasar-negara/)

Konflik terlihat secara terwujud dalam sikap (manifest behavior)

Upaya mengantisipasi timbulnya konflik dan alasannya yakni tanggapan yang ditimbulkannya, individu, kelompok atau organisasi cenderung melaksanakan banyak sekali prosedur pertahanan diri melalui perilaku.

Penyelesaian atau tekanan konflik

Terdapat dua tindakan yang perlu diambil terhadap suatu konflik pada tahap ini yakni penyelesaian konflik dengan banyak sekali seni administrasi atau sebaliknya malah ditekan.

Akibat penyelesaian konflik

Apabila konflik diselesaikan dengan efektif dengan seni administrasi yang sempurna maka sanggup menunjukkan kepuasan dan berdampak nyata bagi semua pihak. Sebaliknya apanila tidak, maka sanggup berdampak negatif terhadap kedua belah pihak sehingga menghipnotis produkivitas kerja.