TEORI BELAJAR DAYA

TEORI BELAJAR DAYA

Seseorang belajar didasari oleh kesiapan mental yang terdiri dari jumlah daya (kekutan) yang dimana satu lain terpisah, seperti ; daya mengamati, mengingat, menanggapi, menhayal, dan berpikir yang kesemuaannya membutuhkan latihan. Teori ini memandang bahwa apapun materi ajar yang dipelajari seseorang tidaklah penting, melainkan yang penting adalah pengaruhnya dalam membentuk daya-daya tertentu.

Jiwa manusia terdiri dari berbagai daya, mengingat, berpikir, merasakan, kemauan dan sebagainya. Tiap daya mempunyai fungsinya sendiri-sendiri. Tiap orang mempunyai/memiliki semua daya-daya itu, hanya berbeda kekuatannya saja. Agar daya-daya itu berkembang (terbentuk), maka daya-daya itu perlu dilatih, sehingga dapat berfungsi. Teori ini bersifat formal, karena mengutamakan pembentukan daya-daya. Apabila suatu daya telah dilatih, maka secara tidak langsung akan mempengaruhi dayad-daya lainnya dan seseorang dapat melakukan transfer of learning terhadap situasi lain.

Untuk itulah maka kurikulum harus menyediakan mata pelajaran-mata pelajaran yang dapat mengembangkan daya-daya tadi. Tekanannya bukan terletak pada isi materinya, melainkan pada pembentukannya. Pendidikan dengan latihan pemilihan mata pelajaran dilakukan atas dasar pembentukan daya-daya secara efisien dan ekonomis. Kurikulum terorganisir dan diperuntukkan bagi semua anak, dan kurang mementingkan isi, minat anak tidak diperhatikan, yang penting ialah kerja keras. Kebudayaan ditanamkan pada anak untuk mempersiapkannya ke tujuan masyarakat.

sumber :

https://etrading.co.id/marble-legend-apk/