Upaya Penencegahan Dampak Negatif Internet Terhadap Remaja

 Upaya Penencegahan Dampak Negatif Internet Terhadap Remaja

  1. Dari sisi pemerintah dan masyarakat
  2. Mengontrol situs-situs Internet yang menyajikan informasi yang kurang mendidik bagi masyarakat. Situs porno dan kekerasan yang dapat merusak mental dan kepribadian anak-anak/remaja.
  3. Pemakaian produk pihak lain secara legal, menghormati ide dan karya orang lain, membuat undang–undang HAKI (hak atas kekayaan intelektual), melakukan pengawasan terhadap hak cipta, hak paten, dan hak atas kekayaan intelektual lainnya untuk mencegah terjadinya pembajakan, plagiat, dan pemakaian melebihi lisensi.
  4. Dari sisi Pemilik Situs, Network Administrator dan Pengguna
  5. Sebaiknya menggunakan layanan security seperti https, sftp, SSH, dll dibandingkan dengan http, ftp, telnet, dan lain-lain. Penggunaan email seperti S/MIME atau PGP juga perlu.
  6. Menggunakan layanan firewall, proxy, ACL (Access List) atau tools lain yang bisa memblok situs-situs yang tidak diinginkan. Beberapa tools untuk pemakaian individual yang sangat bagus adalah TVGuardian dan Weemote. TVGuardian “The Profanity Filter” – secara otomatis mendeteksi dan menyaring ungkapan atau kata-kata kotor dan kata-kata kasar lainnya sementara kita menonton pertunjukan film atau televisi.
  7. Dari sisi Pengguna secara umum

  8. Tidak terlibat dalam cyber crime (kejahatan Internet) dan menjadi pelakunya, seperti cracker, carder, phreaker, dan flooder.
  9. Pengguna harus logout / sign out jika login pada sebuah situs dan tidak langsung menutupnya dengan cara mematikan browser.
  10. Penggunaan password secara aman :

ü  Panjang password minimal 9 karakter.

ü  Password sebaiknya tidak berhubungan dengan data pribadi pengguna, misalnya : nama istri, nama kecil, dll.

ü  Tidak merupakan kata-kata yang ada dalam kamus (dictionary word).

ü  Secara teratur mengganti password dalam jangka waktu tertentu.

ü  Tidak menyimpan password pada browser.

  1. Tidak secara sembarangan memasukkan alamat email terhadap situs-situs yang dikunjungi.
  2. Pemakaian Internet Security ( antivirus, antispyware, antispam, dan lain-lain).
  3. Dari sisi Orang tua
  4. Letakkan komputer di ruang keluarga atau ruangan yang sering dilewati umum (sebaiknya tidak di kamar tidur anak).
  5. Batasi waktu pemakaian komputer untuk anak.
  6. Orang tua harus terlibat dan menyediakan waktu dengan anak-anak pada saat mereka sedang online.
  7. Pelajari sebanyak mungkin tentang komunitas online, mungkin saja anak-anak lebih mengetahuinya dibandingkan orang tua.
  8. Cari tahu mengenai software-software pemblokiran dan penyaringan situs-situs tertentu serta implementasikan.

 

Sumber :

https://desaingrafis.co.id/flight-simulator-x-apk/