Wisata Arsitektur

September 9, 2020 by Tidak ada Komentar

Wisata Arsitektur

Beberapa waktu yang lalu studio kami melakukan perjalanan ke kota Magelang. Tempat untuk dikunjungi adalah Museum OHD, Punthuk Setumbu, dan Gereja Ayam.

Meninggalkan studio pukul 08.00, kami berkendara sekitar 1,5 jam. Perjalanan berjalan lancar, tanpa macet, karena kami tiba di hari biasa yaitu hari senin. Destinasi pertama yang kami kunjungi adalah Museum OHD.

“Museum OHD adalah museum seni kontemporer dan kontemporer Indonesia pribadi, didirikan dan dimiliki oleh kolektor seni ternama Dr. Oei Hong Jien (OHD). Ia memulai koleksinya pada tahun 1970-an. Museum OHD saat ini menawarkan koleksi yang mewakili esensi seni kontemporer dan kontemporer Indonesia, dengan lebih dari 2.000 koleksi Dr. Oei termasuk lukisan, patung, instalasi, dan seni media baru. Dari waktu ke waktu, museum mengadakan pameran seniman. Museum OHD menginspirasi generasi muda untuk mengapresiasi, menikmati dan melestarikan kesenian Indonesia. ”

Sesampainya di lokasi, kami harus parkir di pinggir jalan depan rumah, ternyata tidak tersedia tempat parkir di kompleks bangunan ini. Jalannya cukup sepi karena mungkin bukan jalan akses utama di daerah tersebut.

Di depan bangunan ada relief perak di depan tembok hitam. Dinding yang lebar merupakan dinding utama gedung museum ini. Pintu masuknya berbentuk persegi panjang, berbelok kembali menjadi semacam koridor.

Lorong ini sangat menarik, berbentuk kotak yang terbuat dari semen cetak, yang menciptakan geometri kubis. Setiap beberapa meter panjangnya, bujur sangkar ini “dipotong” oleh lubang kaca, sehingga sinar matahari dapat menembus ke dalam dan menciptakan bayangan yang menarik.

Koridor ini membawa pengunjung ke halaman, yang merupakan halaman masuk galeri. Di seberang pintu masuk adalah gedung kantor tiket dan jendela toko suvenir. Tiket ketika kami tiba adalah Rs. 50.000,00 / orang

Sebelum masuk museum, kami melihat ke halaman depan pintu masuk museum. Halaman ini didesain dengan lantai berupa kotak beton cor. Setiap kotak berisi karya seni dengan desain dan bahan yang berbeda. Di satu sisi, ada kolam dengan ikan, di sepanjang sisinya mengalir air.

Pintu masuk kaca tanpa bingkai ke museum. Di kiri kanan adalah relief Jenderal Guan Yu dan tokoh Wayang Gatotkach dengan latar belakang merah. Begitu masuk museum, kita disuguhi lukisan yang ditempel di dinding bangunan museum.

wisata arsitektur yang lain: tubaguskencanaarsitek.co.id

Sebagian besar koleksi yang ada di museum ini merupakan karya seni berupa lukisan. Ada beberapa kerajinan tangan dan instalasi. Ketika kami tiba, seni instalasi utama adalah lantai bangunan yang sudah dibersihkan. Menurut informasi yang ada, beberapa karya yang ada di museum ini selalu mengalami perubahan setiap waktu tertentu bagi seniman yang ingin mengisinya.