Yayasan Tunas Muda IKKT Gelar Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Paud

November 26, 2019 by Tidak ada Komentar

Yayasan Tunas Muda IKKT Gelar Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Paud

Yayasan Tunas Muda IKKT Gelar Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Paud

Yayasan Tunas Muda IKKT Gelar Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Paud

Jakarta-Yayasan Tunas Muda Ikatan Kesejahteraan Keluarga TNI (IKKT) bekerjasama

dengan Kemendikbud RI menggelar Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) dengan tema “Peningkatan Kapasitas Implementasi Kurikulum 2013 Paud Tahun 2019”, bertempat di Aula IKKT Pragati Wira Anggini, Jl. Proklamasi No. 33 Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2019).

Dalam pelatihan yang diikuti oleh 80 guru Paud dari Yayasan Tunas Muda, Yayasan Kartika Jaya, Yayasan Ardhya Garini dan Yayasan Hangtuah, diberikan pembekalan mengenai  “Pengembangan Bahasa dan Matematika Anak Usia Dini” oleh Dr. Yuliani Nurani, M.Pd., “Pengelolaan Kelas bermuatan Steam dengan menggunakan Loose Parts” oleh Iswadi Idris, M.Pd. dan “Pelatihan Penguasaan Kompetensi Music and Movement untuk menjadi guru Paud professional” oleh Dr. Phil. Leli Kurniawati, S.Pd., M.Mus.

Dalam pembekalannya Dr. Yuliani Nurani menyampaikan bahwa bahasa menjelaskan

keinginan dan kebutuhan individu, mengubah dan mengontrol perilaku, membantu perkembangan kognitif, membantu mempererat interaksi dengan orang lain dan berperan untuk kesuksesan sosialisasi individu serta mengekspresikan keunikan individu.

“Tahapan perkembangan baca bagi anak usia dini terdiri dari tahap fantasi (magical stage), tahap pembentukan konsep diri (self concept stage), tahap membaca gambar (brigging reading stage), tahap pengenalan bacaan (take-off reader stage) dan tahap membaca lancar (independent reader stage),” jelasnya.

Sedangkan pembelajaran matematika pada anak usia dini merupakan proses yang akan terus terjadi sepanjang kehidupan anak. “Landasan pembelajaran matematika pada anak usia dini, yaitu anak dapat mempelajari fakta-fakta, berpikir kritis, anak mampu untuk memecahkan masalah dan bermakna bagi anak,” kata Dr. Yuliani Nurani.

Selanjutnya dikatakan bahwa prinsip pembelajaran matematika meliputi rencana pengalaman yang nyata

, amati untuk memahami kemampuan dan minat anak, berikan kesempatan belajar sesuai cara belajar anak, pendidik sebagai fasilitator, merancang aktivitas yang sesuai dengan tingkat perkembangan, berikan aktivitas matematika yang bermakna, dan mendorong anak untuk berbicara.

Sementara itu, Iswadi Idris, M.Pd. dalam paparannya menyampaikan bahwa Steam merupakan kepanjangan dari Science, Technology, Engineering, Art dan Mathematic. “Steam mendorong anak untuk membangun pengetahuan tentang dunia di sekeliling mereka melalui mengamati, menanya, dan menyelidiki,” ungkapnya.

Baca Juga :